Tanggung Jawab Orang Tua Saat Remajanya Memasuki Pubertas

Tanggung Jawab Orang Tua Saat Remajanya Memasuki PubertasDalam sebuah keluarga tentunya yang menjadi sumber tanggung jawab ialah para orang tua apalagi buat anak-anaknya dan berbicara mengenai pubertas dengan anak remaja adalah tugas yang menantang bagi kebanyakan orang tua dan terlihat sekarang, orang tua merasa terlalu tabu membicarakan beberapa masalah sensitif dengan anak-anaknya yang sudah memasuki masa puber.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda menghadapi anak remaja Anda yang sudah memasuki masa puber:

1. Menjelaskan seputar perubahan fisik dan kesehatan reproduksi remaja
Saat menjelang masa puber tentunya perubahan fisik akan terlihat sangat jelas terlihat dan ini adalah sebuah tanggung jawab besar buat orang tua untuk menjelaskan mengenai perubahan yang terjadi pada bagian tubuhnya yang mungkin pada awalnya akan menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada anak juga mengenai sistem, fungsi dan proses reproduksi. Jelaskan pada anak bahwa perubahan fisik terjadi secara alamiah terhadap setiap orang dan masa puber adalah bagian dari proses pertumbuhan.

2. Orang tua sebagai sumber informasi
Sebagai orang tua tentunya anda harus mengetahui jika anda sebagai tempat bertanya bagi anak-anak anda apalagi mengenai masa puberitas anak dan siapakan mental anda jika anak anda bukan lagi anak-anak dan telah memasuki masa puber, selanjutnya siap memasuki gerbang masa kedewasaan.

3. Ajarkan agama dan moral sebelumnya
Mengapa pendidikan agama sangat penting bagi setiap orang karena dalam agama memberikan kita bagiamana cara mengontor diri dari perbuatan yang di benci oleh Tuhan. Dizaman sekarang ini sangat jarang orang tua memperhatikan pendidikan agama bagi putra putrinya sehingga sangat mudah terpengaruh dari ajakan teman sebayanya dari perbuatan-perbuatan yang negatif serta godaan meniru gaya hidup tokoh idola remaja yang melenceng dari norma dan nilai sosial.

4. Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak
Dengan seringnya anda orang tua berkomunikasi yang efektif dengan anak sehingga selalu harmonis sehingga ia terarah dengan baik. Komunikasi harus dilakukan dua arah, bukan sebagai orang tua Anda hanya memberi perintah dan nasihat saja. Tapi berikanlah kesempatan bagi putra putri Anda untuk mengemukakan pendapat dan menyampaikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang ingin diketahuinya.

Pada usia puber, anak remaja cenderung memilih untuk mencurahkan isi hatinya dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri. Sebagai orang tua ada kalanya Anda perlu bersikap tegas kepada anak dan ada kalanya juga Anda perlu bersikap seperti sahabat bagi anak dengan menjadi pendengar yang baik ketika anak menyampaikan masalahnya.

5. Menjarkan bagaiman cara menghormati anda
Saat seorang anak menginjak masa puber maka banyak yang berubah dari fisik maupun perbuatannya sehingga jika orang tua tidak mengajari sebelumnya bagaimana cara menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda maka jangan harap anak tersebut akan menghormati anda pula saat mereka dewasa karena seorang anak jika sudah melewati masa puber merasa bahwa diri mereka bukan anak kecil lagi, tidak suka diatur dan tidak memerlukan orang tua mereka.

6. Memberikan pilihan dan dukungan pada anak
Seorang anak yang telah tumbuh dewasa maka pemikirannya tidak lagi sebatas bermain seperti pada masa mereka anak-anak mereka akan berfikir kedepan cobalah bagi orang tua untuk berbicara terbuka dengan Anda mengenai masalah yang dihadapinya. Beberapa kemungkinan masalah yang terjadi adalah anak remaja Anda terkena depresi karena putus cinta, mendapatkan kekerasan fisik dari teman sebaya atau merasa minder karena bentuk tubuhnya. Yakinkan anak Anda bahwa apapun yang terjadi dengannya Anda akan selalu menyayangi, mencintai, memberikan perlindungan dan menerima anak apa adanya.

7. Memberi anak privasi atau keleluasaan pribadi
Ada beberapa orang tua yang bersikap terlalu protektif terhadap anak remaja mereka misalnya saja selalu ikut mendengarkan percakapan anak dengan teman di telepon. Atau kasus lain orang tua yang suka menggeledah kamar anak karena anak lebih suka menyendiri atau menutup diri di kamar. Tindakan seperti memata-matai anak akan menyebabkan anak merasa orang tua tidak menaruh kepercayaan kepadanya.

Tentu sebagai orang tua Anda perlu menetapkan batasan bagi anak Anda untuk mencegahnya melakukan hal-hal yang tidak baik. Ingat bahwa Anda adalah orang dewasa, orang tua yang memiliki kendali terhadap situasi yang terjadi tapi jangan lupakan hak anak juga untuk mendapatkan privasi.

Demikian ulasan rumah remaja untuk orang tua apa yang harus di lakukan buat anak-anaknya yang menginjak masa puberitas agar anak anda tidak menjadi anak yang mengecewakan anda nantinya kedepan.