Puisi Remaja: Derasnya Hujan Sederas Air Mataku

Puisi Remaja Derasnya Hujan Sederas Air MatakuHallo sobat rumah remaja, kali ini admin mau share sedikit bait puisi. Kesedihan memang adalah halyang tidak bisa di pungkiri jika semua orang pasti pernah merasakannya sedih karena abis putus sama pacar dan lain sebagainya… Oke deh langsung saja ya disimak puisi derasnya hujan sederas air mataku.

Aku tak benci hujan..
Sungguh, jujur aku tak terlalu suka.
Cucuran air yang menetes deras,
seakan menunjukan kelemahan langit yang cengeng.
Tiap rasa rindu yang terkandung dalam tiap tetesnya, seolah menggambarkan asa yang tak tergapa terhadap sang bumi.

Aku tak benci hujan..
Tapi suara guntur dan percikan kilat terkadang membuat aku bosan.
Seolah sang langit berteriak meraung karena cinta yang tak temukan jalan.
Ketika air mengucur dari tiap atap, menciptakan irama syahdu sang alam.

Aku tak benci hujan..
Ketika tetes-tetes rindu itu menumbuhkan butir kehidupan.
Ceria dan senyum para petani yang tercipta dari langit yang patah hati.

Aku tak benci hujan..
Ketika sepasang kekasih berteduh di emper pertokoan.
Bercerita tentang masa depan, hanya sekedar untuk mengusir dingin yang menusuk tulang.

Aku tak benci hujan..
Terdengar ketika gemrisik angin malam memainkan irama sendu.
Terdengar para katak menyanyikan lagu kegalauan..

Aku tak benci hujan..
Tapi semua itu terkadang membuat ku terhina dalam balut kenangan.
Seolah datangnya hujan membuka kembali lembar-lembar kisah luka yang dalam.
Tentang aku..
Tentang kisah ku.

Aku tak benci hujan..
Tapi jika boleh jujur.. Aku ingin berlari dan bersembunyi dalam peluk selimut yang rapat.
Hangat dan nyaman, yang dapat melindungi ku dari tiap kenangan tentang dia.
Yang kembali menghantui, datang bersama gemricik hujan yang bernyanyi.

Aku tak benci hujan..
Aku hanya benci pada kenangan pahit yang datang bersamanya.
Itu saja..
Tak kurang..
Dan tak lebih..

Demikianlah artikel seputar puisi remaja kita hari ini  Puisi derasnya hujan sederas air mataku. Semoga bermanfaat bagi para sobat Remaja semua. Selamat membaca dan salam sukses selalu.