Kategori Teman yang Tidak Cocok Dijadikan Sahabat

Kategori Teman yang Tidak Cocok Dijadikan SahabatTeman dan sahabat memiliki perbedaan yang signifikan seseorang yang memiliki banyak teman, tidak berarti semua temannya adalah sahabatnya. Sahabat itu seseorang yang betul-betul mengerti kita dan mengerti apa yang kita alami. Teman selalu ada disaat kita senang, tapi belum tentu ada disaat kita susah. Kalau ada pun belum tentu membantu kita, dan dia akan marah atau kecewa saat dia tidak di ajak bersamamu untuk bersenang-senang. Sedangkan sahabat selalu ada disaat kita susah, tapi belum tentu ada disaat kita senang.

Berikut kategori teman yang tidak cocok untuk dijadikan sahabat

Mempermalukannya di depan orang lain
Terkadang kejahilan teman-teman Anda tidak bisa anda terima dan menjadi salah katergori teman yang tidak baik dijadikan sahabat sahabat yang baik sebaiknya tidak mempermalukan Anda Katakanlah, kamu sedang jalan bareng dengan teman-temanmu. Lalu kamu melihat resleting sahabatmu terbuka. Sebagai sahabat, kamu bisa menariknya menjauh dan memberitahunya dengan pelan supaya tidak didengar orang lain. Eh tapi kamu malah menunjuk ke arah selangkangannya, mengumumkan ke semua orang tentang hal tersebut lalu tertawa terbahak-bahak.

Tidak memberi saran yang membangun
Inilah kategori yang selanjutnya teman yang tidak cocok dijadikan sahabat yaitu tidak memberikan saran yang baik buat Anda malah menjatuhkan Anda. katakanlah suatu hari, sahabatmu melakukan kesalahan dan ia mendapatkan masalah. Sebagai sahabat, kamu mendengarkan cerita dia dari awal sampai akhir. Setelah ia selesai cerita, kamu menepuk punggungnya dan bilang, “Makanya, apa saya bilang. Kamu sih nggak mau dengerin saya. Salah sendiri kan.” Lalu melanjutkannya dengan menyebutkan satu persatu semua kesalahan yang ia perbuat dan membodoh-bodohinya. Terima kasih untuk komentarmu yang tidak berguna dan tidak ia butuhkan.

Tidak mendukung
Teman yang baik untuk djadikan sahabat sebetulnya adalah teman yang selalu mendukung apa yang anda lakukan dan memberikan solusi jika apa yang Anda lakukan tidak baik dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Contohnya jika sahabatmu mendapatkan gebetan baru ia lalu memintamu memeriksa apakah penampilannya sudah cukup oke untuk kencannya dengan gebetan barunya tersebut. Bukannya memuji usahanya karna sudah rapi dan wangi, kamu malah bilang “Udah kaos oblong aja kayak biasa lah, nggak usah banyak gaya. Jadi diri sendiri aja! Biasa juga sandal jepit, apa adanya saja. Tampilan kamu seperti homo saja!” Kenapa orang yang mau jadi maksimal malah disuruh jadi minimal? Kenapa tidak mendukung? Kenapa menyeret jauh orang yang siap terbang tinggi? Apakah iri? Siapkan jawabannya ya!

Tidak mau mendengarkan
Inilah yang paling tidak baik. Jika seseorang sedang berbicara masalah dirinya, bukannya mendengarkan temannya malah langsung dibalas dengan cerita tentang pengalaman masalah dirinya yang lebih berat. Semacam adu cerita keren-kerenan, tapi ini adu siapa yang masalahnya lebih berat. Sahabatmu mengeluh singkat tentang betapa lamanya ia harus mengantri di halte bus. Kamu balas dengan rintih keluhan tentang betapa kehidupan kamu lebih parah darinya, harus terjebak berjam-jam dalam kemacetan. Sahabatmu mengeluh singkat tentang lift yang rusak, kamu langsung cerita kehidupan beratmu yang harus turun dari lantai dua karena ketinggalan barang di lantai satu. Sahabatmu bercerita sedih tentang anjingnya yang menghilang, kamu langsung potong dan cerita panjang tentang bagaimana kamu lebih sedih lagi ketika dulu kamu kehilangan kucing (padahal kamu nggak pernah punya kucing). Kalau kamu tidak mampu berempati pada kesedihan orang lain, saya harap kamu beneran akan selalu lebih sedih dari semua pembaca lain di rumahremaja.com.