Menghadapi Anak Saat Memasuki Masa Puber

Menghadapi Anak Saat Memasuki Masa PuberRUMAHREMAJA.COM – Seorang anak yang memasuki masa puber tentunya perubahan yang diberikan dalam sebuah keluarga sangat jelas dan paling sering terjadi saat anak memasuki pasa puber adalah sikap dalam menghadapi masalah selalu diselesaikan dengan penuh emosi. Dalam masalah ini orang tua seharusnya cepat mengambil tindakan dengan cara memberikan masukan yang positif seperti apa yang admin berikan pada kesempatan kali ini.

Berkomunikasi dengan Anak Remaja
Pada saat anak beranjak remaja dan memasuki masa puber, kadangkala orang tua menemukan kesulitan untuk melakukan komunikasi secara dua arah dengan anak. Masa-masa remaja untuk setiap anak terkadang menjadi periode yang sulit dan ini dikarenakan anak remaja mulai mengalami beberapa hal dalam hidupnya seperti mengembangkan identitas mereka sendiri secara individu, adanya perubahan biologis dan fisiologis, menghadapi tekanan dari teman sebayanya, mengalami ketertarikan pada lawan jenis, dan lain-lain.

Kebanyakan orang tua juga mulai merasakan besarnya kekhawatiran pada anak-anak remaja mereka, baik terhadap pergaulannya maupun perkembangan kepribadiannya. Jadi bagaimanakah cara terbaik untuk mengatasinya? Disaat ini, salah satu cara terbaik adalah orang tua berkomunikasi dengan anak remaja. Komunikasi yang efektif dengan anak-anak sangat penting dilakukan karena akan membuat hubungan antara orang tua dan anak tetap terjalin dengan baik. Meskipun di saat-saat ini Anda sering mengalami pertengkaran atau pun komunikasi yang tidak nyambung. Sebagai orang tua ada beberapa cara yang lebih baik yang dapat Anda lakukan, dari informasi yang dilansir oleh times of India, Anda dapat melakukan beberapa hal dibawah ini.

Menghabiskan waktu bersama-sama
Ketika anak mulai beranjak remaja, mereka lebih sering dan lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-teman mereka dibandingkan dengan orang tua mereka. Namun, sebagai orang tua sebaiknya Anda juga menyadari bahwa sangat penting untuk menghabiskan waktu bersama-sama dengan anak remaja Anda. Tidak ada salahnya Anda meluangkan waktu khusus untuk hari keluarga; dimana Anda bisa menghabiskan waktu dengan berbagai kegiatan seperti makan di luar, menonton film, berbelanja atau melakukan piknik keluarga. Disaat-saat inilah, Anda memberikan kesempatan yang luas untuk membina ikatan dengan anak-anak dan mereka pun dapat lebih leluasa untuk bercerita kepada Anda.

Bersabar
Remaja sering menghadapi banyak kebingungan tentang berbagai hal dan membuat keputusan dalam hidup mereka. Jika anak Anda melakukan sesuatu yang salah, bersabarlah! Daripada langsung memarahi dan meneriaki mereka, berbicaralah dengan mereka dan berikan kesempatan pada anak Anda untuk memberikan penjelasan terhadap hal-hal yang mereka lakukan. Setelah ini Anda harus memberitahu mereka bagaimana keputusan yang mereka buat membuat orang tua kecewa atau akibat dari tindakan yang mereka lakukan. Dengan cara ini, anak pun akan merasa bahwa orang tua nya selalu bisa diajak berbicara dan bisa membantu di saat dibutuhkan. Biarkan mereka tahu bahwa Anda menyayangi mereka; ungkapkan dan jangan dipendam saja!!

Memberikan privasi
Orang tua begitu was-was di saat anaknya beranjak remaja. Hal ini mengakibatkan sebagian orang tua sering tergoda untuk memata-matai anaknya sendiri; baik dengan secara sengaja mencuri dengar percakapan mereka lewat telepon, membaca teks pesan atau meyeleksi teman-temannya di jejaring sosial.  Melakukan pengawasan pada anak memang baik; tetapi apabila Anda mengawasinya secara ketat tentu hal ini dapat menjadi pemicu dari sikap berontak si anak.

Sadarilah bahwa mereka adalah anak remaja yang beranjak dewasa dan perlu beberapa tingkat privasi pribadi. Apabila Anda terus menerus menilai setiap tindakan yang mereka lakukan; ini akan menimbulkan persepsi bahwa Anda tidak menaruh kepercayaan pada si anak. Oleh karena itu, orang tua perlu untuk menetapkan batasan-batasan tentang harapannya untuk anaknya. Dengan melakukan komunikasi efektif dengan anak remaja Anda tentu Anda tidak harus selalu khawatir dengan perkembangan mereka.

Setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Jadi kenalilah kepribadian dan karakter anak Anda agar Anda dapat melakukan pendekatan yang tepat pada mereka. Semoga informasi ini berguna terutama buat para orang tua.