Orang Tua Waspadai Remaja Kutu Buku

Orang Tua Waspadai Remaja Kutu BukuBagi orangtua memiliki anak yang berprestasi tentu menjadi kebanggaan tersendiri dan bisa dikatakan semua orang tua menginginkan hal itu. Bahkan, demi mencapai sebuah prestasi, banyak orangtua lupa akan hak anak, yaitu bermain dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Mereka cenderung mengarahkan anak supaya terus mengejar prestasi, belajar dan terus belajar, kursus di sana dan di sini hingga akhirnya anak tidak peduli dengan lingkungan dan teman-temannya.

Kebiasaan anak lebih memilih menyendiri atau merasa senang hanya ditemani buku-buku atau gadgetnya akan membuatnya tidak mampu bersosialisasi. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus menerus, lama-lama akan membuat anak lebih cenderung pendiam, tertutup, dan sulit dalam mengungkapkan pendapat dan keinginannya. Selain itu ia akan sulit membangun jaringan pendukung yang dibutuhkan oleh setiap orang, ia akan sulit untuk mendapatkan teman atau beradaptasi dengan lingkungan.

Dalam sebuah buku menyatakan bahwa anak yang lebih suka memilih untuk mengurung diri dengan menghabiskan waktu menjadi seseorang yang ‘kutu buku’ atau lebih senang menutup diri, tidak ingin bergaul, ia akan kehilangan banyak kesempatan untuk berkembang, baik secara sosial maupun akademis.

Oleh karena itu, orangtua penting menyeimbangkan antara memotivasi anak agar senang belajar dengan memberikan keleluasan kepada anak dalam hal bersosialisasi mengembangkan kemampuannya di bidang non akademis.