Cerpen Ciuman Cinta Pertamaku

Cerpen Ciuman Cinta PertamakuApakah sekarang aku berada dalam alam mimpi atau dimana, perasaanku seakan-akan berdebar kencang. Oh ia perkenalakan namuku Ana aku seorang anak SMK yang belum mengerti akan persoalan cinta . Kadang aku hanya diam mendengarkan celotehan temanku yang membangga banggakan keadaan pacarnya. Aku termasuk tipe cewek pemalu diantara siswi dikelasku. Tapi bukan berarti aku tak pernah jatuh cinta pada lawan jenisku, yang jelas sekarang seorang laki laki tampan bernama Arya sedang bersandar dibahuku.

Hangat tubuhnya kian merasuk kedalam ragaku, desah nafasnya terdengar diiringi matanya yang perlahan terpejam, tapi ini semua bukan lantaran aku kekasihnya. Namun aku lakukan ini untuk mengurangi suhu badannya yang panas. Syal yang melekat di leherku aku lepaskan dan ku balutkan ke lehernya.

“Ibuku bilang , dengan memakai pakaian yang tebal dapat mengurangi suhu tubuh yang panas “ Ujarku membalutkan syal berwarna cream yang terbuat dari benang wol itu ke lehernya . “hmmm “ ia hanya mengangguk dan semakin erat bersandar di bahuku . Jantungku berdebar debar, diam diam aku memandangi wajahnya yang sekarang berada sangat dekat dengan wajahku . Hembusan hangat nafasnya terasa di leherku . Dibalik wajahnya yang tampan , aku melihat sisi yang tak pernah ku lihat ketika Ia memejamkan matanya . Bulu mata yang panjang dan lentik tampak jelas dihadapanku , bukan itu saja, batang hidungnya yang begitu mancung pun membuatku makin terpesona dengan apa yang dimilikinya.

“Haaaccciiii “ tiba tiba Kak Arya bersin dan membuatku berhenti memandanginya .
“Ah , kakak tidak apa apa kan ?” tanyaku membenahi Syal yang ada di lehernya .
“Tidak apa apa “ Jawabnya pelan .
“Bagaimana kalau kita pulang sekarang ? , Apakah kakak kuat berdiri ?”
“Iya “

Kakiku mengayuh pedal sepedaku dengan kuat , ini ku lakukan karna aku tidak sendiri . Di belakangku tampak Kak Arya bersandar di punggungku . Panas tubuhnya pun sangat terasa di tubuhku , aku merasa senang bisa bersama kak Arya sekarang.

“Aku mencintaimu “ Ucap kak arya tiba tiba melingkarkan tangannya di pinggangku . Aku terkejut dengan apa yang kudengar barusan. “Kakak tidak apa apa kan ?” tanyaku agak panik mendengar kak Arya yang tiba tiba mengigau . Namun ia hanya diam semakin erat memeluk pinggangku . Biasanya suhu badan orang yang mengigau sangat tinggi , aku semakin panik dengan keadaan kak Arya . Dengan kencang aku  kayuh sepedaku ke apartemen milik kak Arya . Sesampainya di apartemen aku menggotong kak Arya sampai ke kamarnya , Lalu ku baringkan ke atas tempat tidurnya yang sangat berantakan . Kringg- kringg-kringg handphoneku berbunyi menandakan ada telepon yang masuk .
“Ya , Bu ?” tanya ku menjawab telepon dari ibuku.
“Kenapa kau belum pulang ? “
“Aku sedang  mengerjakan tugas Bu , tugasku sangat banyak dan mungkin aku akan menginap di rumah Neny “ Ujarku menyebutkan teman akrabku , aku terpaksa berbohong , mana mungkin aku meninggalkan kak Arya begitu saja dalam keadaan sakit seperti ini .
“ya sudah , hati hati disana “ jawab ibuku memutuskan komunikasi . Aku melirik kearah kak Arya yang tidur di kamarnya , aku melangkah mengambil selimut lalu menyelimutinya . Ini pertama kalinya aku tinggal satu atap dengan laki laki lain yang bukan siapa siapaku . Sangat disayangkan apartemen sebagus ini dalam posisi yang berantakan , kakiku melangah menuju dapur yang tak jauh dari kamar.

Bisa ditebak bentuk dapurnya tak begitu berbeda dengan suasana kamarnya, yang pastinya berantakan . Aku membuka lemari es yang memiliki dua buah pintu , aku mencoba mencari air es untuk mengompres kak Arya. Setelah mendapatkan sesuatu yang aku cari aku mencoba mencari handuk kecil di lemarinya . Perlahan aku taruh lipatan handuk basah itu di dahinya , kak Arya tampak begitu lelap , aku memutuskan untuk menjaganya malam ini .

Esok harinya aku memutuskan untuk menemui Neny , kebetulan besok hari minggu . Namun sebelumnya aku sudah menyiapkan bubur dan merapikan apartemen milik kak Arya , serta sebuah memo yang kuletakkan diatas meja makannya yang berisi “Maaf aku meninggalkan kakak begitu saja ,tapi aku sudah menyiapkan bubur untuk kakak . Aku berangkat kerumah Neny , ku harap kakak menyukai bubur buatanku By : Ana“ .

Aku berharap ia senang dengan apa yang sudah aku lakukan untuknya. Sesampainya di rumah Neny aku segera menekan bel rumahnya , tak lama kemudian Neny sudah ada di hadapanku dengan raut wajah yang masih kusut yang menandakan ia sama sekali belum mandi .

“Hai ! “ Aku melambaikan tanganku di hadapan Neny .
“Ayo masuk “ ajaknya menarik tanganku dan langsung menuju kamarnya . Aku terbelalak kaget melihat kamar Neny yang mendadak berubah , sejak kapan ia mengganti warna dinding kamarnya dengan cat yang berwarna warni. Selain itu tampak gorden berwarna  pink yank juga terlihat baru .
“Siapa yang membuat kamarmu seperti ini ?” tanyaku penasaran dengan apa yang ada di dihadapanku .
“Mmm, aku iseng aja mengecat kamarku dengan sisa cat yang ada di gudang “ jawabnya datar.
“Kau sendiri yang melakukannya ?” tanyaku lagi.

“Aku melakukannya bersama  Ryan “ jawabnya membanggakan Ryan kekasihnya . Ryan adalah kekasih Neny yang sangat baik padaku , walaupun ia berbeda sekolah namun ia masih sempat untuk menjemput Neny dan memberikan perhatiannya terhadap Neny . Tak jarang aku kadang  menjadi obat nyamuk saat mereka asyik memadu kasih . Entah mengapa sampai saat ini aku berumur 15 tahun masih malu di hadapan laki laki , apalagi untuk mencari pacar. Melihat aku yang selalu men-jomblo Neny tak jarang memperkenalkan aku kepada teman laki lakinya , namun laki laki yang Neny kenalkan padaku lama ke lamaan menjauh , kata mereka aku sangat pemalu , gak asyik . Semua usaha sudah aku lakukan untuk menghilangkan sifat pemaluku , tapi tetap saja tak bisa aku tak mampu merubah sifatku itu .
“Apa benar kau semalam menginap di rumah Kak Arya ? “ tanya Neny penasaran dengan SMS yang kukirim kepadanya memberitahukan bahwa aku ada di rumah kak Arya semalam.

“He’e “ aku mengangguk pelan .
“Kau hebat Ana ! aku saja belum pernah menginap di ruma Ryan , malah kau sudah berani menginap di rumah cowok populer seperti kak Arya !“ Teriak Neny histeris kagum dengan apa yang aku lakukan.
“Itu pun aku melakukannya terpaksa , mana mungkin aku tega meninggalkan kak Arya begitu saja “  jawabku pelan.
“Bagaimana bisa kau kemarin bersamanya ?” Tanya Neny semakin penasaran mendengarkan cerita dariku .

“Begini , kemarin saat aku selesai memperbaiki wireless sekolah , aku tak sengaja melihat kak Arya terhuyung huyung berjalan menyusuri koridor sekolah. Pas lihat itu aku langsung membantunya dan ternyata kak Arya sedang demam , badannya panas banget . “ ceritaku panjang lebar .
Memang aku terlambat saat pulang sekolah waktu itu, gara gara harus membenahi jaringan internet sekolah di suruh oleh guru pembimbingku karna ia ada urusan lain . Sebenarnya aku bukan lah siswi jurusan Teknik komputer jaringan ataupun rekayasa perangkat lunak , tapi aku adalah siswi jurusan akuntansi yang hanya memiliki hoby dalam bidang komputer , oleh karena itu aku di berikan kepercayaan oleh Pak Wisnu guru pembimbing jurusan Teknik komputer jaringan untuk membantunya .Sebenarnya aku meminta Neny untuk menemaniku , namun Ryan telah menunggunya di depan gerbang sekolah , dan apa boleh buat aku mengerjakan semuanya sendiri , nah saat akan pulang itu lah aku bertemu dengan kak Arya hingga aku bisa menginap di apartemennya.

“Sekarang gimana keadaan kak Arya ?” tanya Neny lagi.
“Mmm , sepertinya agak mendingan , yah mungkin sesudah dari sini aku akan mampir sebentar ke apartemennya “ jawabku dengan senyuman senang ke arah Neny .
“Baik lah , up to you . Aku akan selalu mendukungmu” jawab Neny memberiku semangat .
Aku menekan bel kamar kak Arya yang berada di lantai tiga di apartemen mewah di kotaku . Tak lama kemudian pintu yang ada dihadapanku terbuka dengan sosok tubuh yang tegap . Karena postur tubuhnya yang tinggi membuatku agak sedikit mendongakkan wajahku .
“Bagaimana keadaan kakak ? “ tanyaku dengan kantong plastik yang berisi jeruk sunkis sebagai oleh oleh dari ku .

“Lumayan baikan kok , ayo masuk “ ajak kak Arya menarik tanganku . Aku memandang sekeliling kamar yang masih terlihat rapi setelah aku bereskan tadi pagi .
“Bagaimana ? buburnya sudah kakak makan ? “ tanyaku saat duduk di bangku tamunya .
“Sudah , ternyata kau berbakat menjadi koki ya ? “ Puji kak Arya sambil melangkah duduk di sampingku .

“Hehehe kakak bisa aja , itu hanya resep yang ibuku ajarkan padaku “ aku menoleh ke arah kak Arya yang tiba tiba saja menatapku dengan tatapan yang tak aku mengerti . Mulutku membisu aku hanya bisa menatap kearahnya, tiba tiba aku merasakan bibirnya yang lembut menyentuh bibirku . Aku tak mengerti apa yang harus aku lakukan , aku hanya tertegun merasakan kecupan dari kak Arya sekaligus ciuman pertamaku.

“Aku mencintaimu Ana “ Ujar kak Arya sesudah mencium bibirku . Aku hanya terdiam tak percaya kalau kak Arya yang diam diam selama ini aku kagumi juga mencintaiku .
“Kok diem ?” tanya kak Arya membuyarkan lamunanku .
“Ah tidak apa apa “ Jawabku malu .

“Apakah kau mau menjadi pacarku ?” aku kembali kaget , membuat jantungku begitu berdebar debar . Apakah ini yang dinamakan cinta ?   ya tuhan , aku benar benar tak akan menyesal jika cinta itu seperti ini. Aku  hanya mengangguk pelan menandakan aku menerima cinta kak Arya , melihat Isyaratku kak Arya langsung memeluk tubuhku dan lagi lagi aku hanya bisa terdiam membisu dengan pelukan yang diberikan kak Arya.

***
Aku menatap kosong keluar  jendela kamarku , aku menyentuh bibirku dengan jari jariku . Tak dapat di percaya bahwa kak Arya lah yang pertama kali menciumku . Dan juga aku tak percaya jika aku sekarang resmi menjadi pacar kak Arya . Betapa lembutnya ciuman yang ia berikan padaku . Rencananya aku besok akan membawakan bekal untuk kak Arya karna ia akan tanding basket besok . Jam wekerku pun ku putar lebih awal agar aku bisa menyiapkan bekal untuk kak Arya .

Matahari bersinar cerah , kakiku sudah mengayuh pedal sepeda dengan sebuah kotak makanan yang berisi brownies untuk kak Arya yang ku letakkan di keranjang sepedaku. Tadinya kak Arya ingin mengajakku berangkat bareng , tapi aku sengaja menolaknya karena aku ingin memberikan kejutan untuk kak Arya . Aku melangkah girang menemui Neny yang ternyata lebih dulu datang di bandingkan aku.
“Neny …” teriakku girang memeluk Neny.
“Ada apa ?” tanya Neny melepaskan pelukanku .
“Aku sudah resmi pacaran sama kak Arya !” teriakku senang .
“Bagaimana Bisa ? “ tanya Neny menatapku penasaran .
“Begini …” aku menceritakan kejadian kemarin termasuk ciuman pertamaku kepada Neny . Neny sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang kuceritakan .
“Selamat ya Ana , kau tidak jomblo lagi … hmmm ngomong ngomong , kok ada bau brownies sich ? “ Ujar neny mengendus ngendus mencari asal bau yang sangat sedap itu.
“Hehehehe “ aku hanya menjawab dengan senyuman .
“hmmm , apa jangan jangan kau membuat ini untuk kak Arya ya ? aku cemburu ah , kamu aja gak pernah buatin aku brownies “ ujar Neny curiga menunjuk kotak bekal yang kubawa .
“iya , Rencananya aku akan memberikannya saat istirahat nanti , sebelum ia bertanding “ jawabku tak sabar  ingin menghadiahkan ini untuk kak Arya.

Teng- teng- teng , bunyi bel tanda istirahat berbunyi . dengan semangat aku berjalan ke lapangan basket untuk menemui kak Arya , namun Hatiku remuk ketika melihat kak arya yang sedang memeluk seorang siswi di sekolahku hingga brownies yang ku bawah terjatuh berserakan ditanah . Mendengar suara itu kak Arya menoleh ke arahku yang masih tertegun melihat kejadian tadi . Aku tak mampu membendung air mataku , aku tak kuat melihat semuanya , aku berlari ke arah kelas .Terdengar kak Arya memanggil namaku, namun aku tak peduli . Beginikah rasa yang harus kuterima jika aku mengenal yang namanya cinta ? aku menghambur kepelukan Neny .

“Kau kenapa ? “ tanya Neny merangkulku.
“kak Arya Neny …. “ aku menangis tersedu sedu di pelukan Neny .
“Ada apa dengan kak Arya ? “
“Aku melihatnya berpelukan dengan wanita lain, Neny” tangisku semakin jadi dan tiba tiba BBRRAAAKK! Terdengan suara pintu kelasku yang di banting dan sesosok laki laki telah berdiri di belakangku , yang tak lain adalah kak Arya . Aku tak mau menatapnya ,aku malu jika aku menangis gara gara dia .

“Ikut aku !” Ujar kak Arya menarik tanganku dan membawaku ke belakang sekolah yang sepi .
“Maafkan aku , Ana . aku tak punya maksud apa apa , aku hanya menangkap tubuh wanita itu karena ia tadi hampir terjatuh “ Jelas kak Arya memegang bahuku .
“Aku tak percaya , kakak hanya pengen mainin perasaan aku aja kan ?” Aku menangis di hadapannya.
“Nggak , Ana . Sumpah ! “ Ujar kak Arya dengan tatapan matanya yang serius .
“Mana buktinya ? aku jelas jelas liat dengan mata ku sendiri kak !” Tiba tiba DEG ! jantungku serasa berhenti ketika lagi lagi bibir kak Arya mendarat di bibirku dengan kecupannya yang lembut. Aku hanya diam membisu dan tak bisa berbuat apa apa .

“Bagaimana ? apa kau sudah percaya padaku ?” tanya kak Arya memengang kedua pipiku . Aku tak bisa menjawab apa apa , hingga aku rasakan hangatnya tubuh kak Arya mendekap tubuhku .
“Ana ! “ Seru seorang wanita yang berdiri di belakang kak Arya . Aku pun melepaskan pelukan kak Arya dan menoleh ke asal suara . Aku kaget ketika tahu wanita itu adalah wanita yang kulihat berpelukan dengan kak Arya tadi . Ia melangkah menghampiriku dengan kak Arya .
“Maaf ya Ana , tadi gak ada maksud apa apa kok , kak Arya hanya menyelamatkan aku . percaya lah “ Ia menjelaskan semuanya padaku .

“Aku percaya kok “ Jawabku menghapus air mataku.
“Jadi gak marah lagi nich ? “ Gurau kak Arya menarik tubuhku ke arah tubuhnya .
“Nggak …” jawabku pelan sambil tersenyum .
“Nah gitu donk “

Aku merasa aku belum bisa mengendalikan emosiku , dari sana aku mengambil kesimpulan untuk tidak mendahulukan emosi dalam menghadapi suatu hal . Aku harap semua ini awal dari kisah percintaanku yang tak akan pernah aku lupakan .

Selesai