Kerugian Saat Cinta dan Sayang Melebihi Batas

Kerugian saat Cinta dan Sayang Melebihi BatasAda yang mengatakan jika kita menyukai seseorang janganlah terlalu menyukainya karena suatu saat anda akan melupakannya namun berbeda dengan sesuatu yang kekal. Mungkin hal ini sebaiknya anda terapkan dalam hubungan cinta anda namun perkataan seperti ini jangan anda terapkan jika anda betul-betul sudah ada niat untuk menjadikan dia sebagia pelabuhan cinta anda yang terkahir.

Kebanyakan orang yang menjalin hubungan terasa begitu berat sebelah. Karena banyaknya pengorbanan berupa materi yang anda berikan anda menjadi sangat sayang sama pasangan, padahal pasangan anda belum tentu melakukan hal yang sama. Anda rela melakukan apa pun yang dia sukai, anda ingin membelikan apa pun yang pasanganmu inginkan. Segala hal anda berikan untuknya, namun pasangan anda dia tidak pernah seperti itu. Padahal anda tahu jika semakin mengorbankan segala hal maka semakin dalam rasa sayang anda ke pasangan. Hal ini jelas salah, mengapa? Karena ada banyak kerugian jika anda terlalu sayang padanya. Apa saja itu?

Memberikan Apa pun
Percayalah saat anda merasa jatuh cinta sama pasangan secara berlebihan pasti anda akan memberikan apa pun, entah materi, waktu, tenaga, bahkan selalu ada 24 jam siap mendengarkan celotehannya. Asal dia senang maka anda akan memenuhi semua permintaannya. Meskipun anda merasa keberatan, karena alasan sayang anda seringkali akhirnya mengalah dan menuruti apa maunya.

Berusaha Memahami Jalan Pikirannya
Kemampuan dan kecerdasan setiap orang berbeda-beda. Selama ini anda paling tidak mengerti tentang fashion karena sebagai pria anda tidak terlalu paham dengan hal itu. Namun, pasangan anda hampir setiap hari membahas istilah-istilah fashion yang sama sekali anda tidak pahami. Karena saking sayangnya akhirnya anda mulai googling apa yang dia maksud dan akhirnya tetap saja anda menyerah karena tidak mengerti. Padahal anda bisa menyetop omongan dia yang itu-itu aja dan mengganti obrolan lain yang bisa kalian pahami. Saking sayangnya, anda jadi tidak enak untuk membahas yang lain.

Lebih Khawatir
Biasanya saat anda sayang berlebihan ke pasangan, anda jadi lebih khawatir. Maka tidak ayal, menelepon dia untuk menanyakan dia lagi di mana dan sedang apa adalah hal yang wajar meskipun sejam yang lalu anda sudah menghubunginya. Apalagi jika si dia tidak ada kabar sama sekali. Anda langsung khawatir apakah dia sudah makan? Bagaimana meeting hari ini dan sebagainya. Padahal anda sadari bahwa selama ini pasangan tidak pernah melakukan hal yang sama. Buktinya saat anda pulang malam dan tidak ada yang jemput dia tidak sekalipun menghubungi anda atau niat menjemput anda.

Dia Adalah Prioritasmu
Seperti amoeba, anda rela membelah diri untuk selalu memprioritaskan dia dalam hidupmu. Mau seletih atau sesibuk apa pun anda, tetap saja tidak dapat menolak jika dia minta dijemput atau diantar. Semua jam anda curahkan untuk dia. Anda rela saja meninggalkan pekerjaan yang sedang dikejar deadline hanya untuk menjemput dia di saat masih banyak taksi yang bisa mengantar dia ke rumah. Pokoknya asal dia senang, anda tidak peduli dengan urusan anda sendiri. Yang lebih parahnya, ketika anda selalu mendahulukan dia, saat anda minta tolong keseringan tidak ditanggapi olehnya.

Kamu Lupa Akan Prinsipmu
Jika dulu anda selalu cari pasangan yang bisa menghargai usahamu, sekarang anda tidak masalah jika si dia selalu protes jika anda melakukan hal salah untuknya. Jika dulu anda sangat anti dengan pria atau wanita perokok, sekarang anda jadi tidak masalah mendapatkan pasangan yang seperti itu. Habis, kepalang sayang, sih.

Selalu Mengalah
Sekali dua kali mengalah dan meminta maaf agar hubungan tidak ribut terus sih tidak masalah. Namun, karena saking sayangnya anda jadi sering mengalah, tidak peduli jika masalah yang timbul akibat ulah dia. Misalnya di suatu kondisi anda dan pasangan ribut besar yang sebenarnya salah pasangan anda. Berhubung si dia sangat egois dan semena-mena, anda membiarkan dia yang sayangnya dia semakin berulah. Berharap si dia meminta maaf, sayangnya pasangan anda pintar membolak-balikan masalah sehingga terkesan anda yang salah terpaksa deh akhirnya anda mengiba-iba dimaafkan untuk hal yang tidak anda lakukan.

Sering Memaklumi
Tidak hanya berubah menjadi orang yang sangat pemaaf saat pasangan melakukan salah, seringkali anda juga memaklumi kesalahan yang sering dia lakukan. Misalnya pasangan sering tidak ada kabar hingga satu minggu, tidak ada telepon, BBM, atau mention. Namun, begitu menghubungi anda seminggu kemudian, bukannya meminta maaf dia malah bersikap seolah tidak ada apa-apa. Anda jadi memaklumi, Oh mungkin dia kemarin sibuk dan ada masalah¸hingga sebulan kemudian dia melakukan hal yang sama. Belum lagi jika dia berubah menjadi orang yang kasar, baik verbal maupun fisik. Saking sayangnya, anda jadi memaklumi dan menganggap bahwa andalah pihak yang salah.