Melawan Orang Tua Bukanlah Pertanda Kedewasaan

Melawan Orang Tua Bukanlah Pertanda KedewasaanSatu hal yang harus Anda ingat, kedewasaan yang admin maksud di dalam judul artikel ini tidak ada hubungannya dengan umur ataupun kemampuan finansial. Karena admin melihat begitu banyak pria berumur dengan karir dan bisnis yang sukses namun memiliki sifat egois yang kekanakkan bila berhadapan dengan pasangan dan menjadi bocah tukang ngambek di hadapan orang tua. Seorang bocah ceroboh yang tidak pernah berpikir panjang, karena dia tahu bahwa bila terjadi sesuatu yang tidak enak, dia tinggal berlindung di balik ketiak ibunya.

Bagaimana mungkin Anda menjadi pria dewasa yang seutuhnya jika orang tua Anda saja tidak menganggap Anda dewasa dan selalu melihat Anda sebagai anak kecil yang harus diatur-atur dan dijaga? Coba dipikirkan. Admin tidak menganjurkan Anda untuk melawan dan menentang orang tua, jangan sampai salah paham!  Justru tindakan melawan dan menentang adalah sikap seorang bocah ingusan yang tidak memiliki kendali. Seorang pria dewasa harus memiliki kapasitas emosional untuk tidak melawan, tetap mencintai orang tuanya, namun juga mengerti bahwa yang menjalani hidupnya adalah dirinya sendiri.

Admin mengajak Anda untuk mulai bersikap sebagai pria dewasa yang mampu mengambil keputusan bagi hidup Anda sendiri. Semua orang tentunya ingin melihat anak-anaknya aman sejahtera dalam kandang, namun anak ingin terbang bebas dan mengarungi kehidupan, terciptalah sebuah konflik kepentingan. Konflik antara anak dan orang tuanya adalah salah satu konflik utama dalam perkembangan diri seorang manusia, bagaimana cara Anda mengatasi konflik inilah yang akan menentukan kedewasaan Anda di mata orang tua.

Bila Anda tidak dapat menyelesaikan konflik dengan orang tua Anda sendiri, bagaimana mungkin Anda bisa menyelesaikan konflik dengan orang lain dan pasangan Anda? Bila Anda tidak bisa mengkomunikasikan dengan baik dan membuat orang tua Anda sendiri mengerti tentang keinginan hati Anda, bagaimana mungkin Anda bisa melakukan hal tersebut pada orang lain dan pasangan Anda? Bila jalan hidup Anda masih ditentukan oleh orang tua Anda, bagaimana mungkin Anda dapat menjadi pemimpin bagi wanita yang menjadi pasangan Anda?

Jika konflik dengan orang tua yang sudah Anda kenal sejak lahir saja tidak bisa Anda selesaikan, bagaimana menghadapi konflik dengan pasangan yang baru Anda kenal? Bila Anda sendiri manja dan selalu mencoba menyelesaikan konflik dengan cara marah, ngambek, ataupun cuek menghindari masalah, bagaimana mungkin Anda dapat mengayomi wanita pasangan Anda yang juga manja dan tukang ngambek?

Wajar saja jika hubungan Anda dengan wanita selama ini selalu penuh dengan konflik yang tidak terselesaikan, Anda dan pasangan Anda seperti dua bocah egois yang selalu bertengkar dan saling ngambekan. Putus-nyambung, putus-nyambung seperti koneksi internet dengan modem murahan.  Bila Anda ingin punya kehidupan romansa yang sehat dan dewasa, Anda wajib menyehatkan dan mendewasakan pribadi Anda terlebih dahulu.