Pentingnya Peraturan Di Awal Hubungan Cinta

Pentingnya Peraturan Di Awal Hubungan CintaSemua terasa terkontrol jika ada peraturan yang mengikat. Tentunya banyak peraturan dalam kehidupan ini bukan saja peraturan seperti dilarang merokok, dilarang parkir, dilarang berhenti dan aturan-aturan lainnya. Dalam hubungan Anda pun harus ada peraturan agar hubungan cinta yang Anda jalani dapat bertahan lebih lama, teratur, tertib dan lebih awet.

Sebaiknya sebelum Anda dan pasangan jauh dalam sebuah hubungan ada baiknya Anda menciptakan sebuah peraturan di awal-awal hubungan, agar kedepannya Anda dan pasangan sudah terbiasa dengan peraturan yang dibuat untuk menghindari kemungkinan yang Anda berdua tidak inginkan.

1. Dikomunikasikan Pada Pasangan
Jika ingin membuat peraturan dalam hubungan, komunikasikan peraturan yang akan dibuat pada pasangan. Jangan sampai aturan yang Anda buat hanya Anda sendiri yang mengetahuinya. Ketika ada masalah mencuat, Anda tiba-tiba menyalahkan pasangan karena dia telah melanggar aturan yang ada tapi dia tidak pernah tahu apalagi sepakati.

Tidak selalu aturan yang dibuat salah satu pihak bisa langsung cocok untuk pasangannya juga. Perlu ada kompromi agar ada kesepakatan di tengah-tengah. Misal si wanita (yang memang pada umumnya) gampang merasa kangen untuk komunikasi setiap saat, sedangkan si pria orang yang cuek dan cepat merasa bosan bila terlalu sering berinteraksi. Contoh komprominya bisa seperti, teleponan hanya saat jam makan siang dan sebelum tidur. Maka itu bisa jadi win-win solution. Si wanita tetap bisa memenuhi dahaga rindunya, si pria tidak cepat bosan.

2.  Peraturan Dalam Hubungan Harus Sama Rata
Semua siswa harus mengenakan seragam lengkap, apa hanya pria saja yang berseragam lengkap sedangkan yang wanita tidak? Semua sama bukan? Peraturan dalam hubungan juga harus seperti itu, tidak ada diskriminasi hanya si pria saja yang melaksanakannya, sedangkan si wanita mendapat pengecualian terkait alasan gender, ataupun sebaliknya. Hal ini supaya kedua belah pihak memiliki visi dan perilaku yang serupa, adil.

3. Modifikasi Peraturan
Peraturan yang dibuat biasanya berawal dari sebuah idealisme. Tapi ketika diterapkan dan bertemu realita yang ada, implementasinya belum tentu bisa berjalan sesuai idealisme awal. Maka modifikasi aturan yang Anda buat, jangan dieliminasi.

4. Berikan Hukuman
Jika salah satu pihak melanggar aturan yang dibuat, maka ia layak dapat hukuman. Tetapi hukuman di sini bukan seperti menjemurnya di tengah lapangan di siang hari yang terik. Hukuman yang dibuat harus bersifat meningkatkan keintiman relationship Anda.

Misal si wanita yang melanggar aturan, si pria akan menghukumnya dengan mewajibkan si wanita memasak dan menyediakan bekal anda kuliah/kantor selama seminggu. Dan jangan lupa setelah pasangan Anda menuntaskan masa hukumannya, ucapkan terima kasih atas kesediaan mereka karena mau bertanggung jawab atas komitmen kalian. Sedikit usapan di kepala dan ucapan manja seperti “Abis…kamunya nakal sih..jadi dihukum deh..”, mungkin akan meletupkan kembali semangat komitmen Anda dan pasangan.

Membangun relationship itu seperti membuat vas. Selagi basah, bentuklah sesuka hati. Kalau sudah kering baru dibentuk, maka vasnya akan retak lalu pecah. Jadi, tegaskan peraturan dalam pacaran sejak awal relationship, bukan saat masalah tersebut sudah menjadi kebiasaan pasangan.