Pengaruh Negatif Game Online Clash Of Clans

Pengaruh Negatif Game Online Clash Of ClansRUMAHREMAJA.COM – Mungkin Anda dan semua orang sudah tahu jika perkembangan dunia game saat ini tidak seperti game terdahulu apa lagi dengan kemajuan dunia teknologi utamnaya jaringan internet, game sekarang ini dapat dimankan 100 orang atau lebih dengan sekaligus dalam waktu yang bersamaan dan di tempat yang sama atau di tempat yang berbeda.

Game sekarang dapat menjalar pada siapa saja dimulai dari anak TK, SD, SMP, dan SMA bahkan PNS pun memaiknan game online dan rata-rata anak-anak yang mestinya belajar dengan tugas-tugas sekolah dengan giat malah asyik bermain game di gadget atau komputer mereka. Hal ini dapat di ketahui dari pesatnya perkembangan dari alat komunikasi yang sangat mudah untuk didapatkan.

Salah satu game online yang paling banyak orang mainkan sekarang ini adalah Clash Of Clans. Coba ditanyakan siapa yang tidak mengetahui permainan sensasional sepanjang masa. Mengapa disebut permainan sensasional sepanjang masa? Karena permainan ini sudah mendunia dan telah terbukti paling banyak menarik perhatian gamers setiap tahunnya. Clash of Clans adalah game strategi dinamis yang pernah dibuat oleh supercell. Clash of clans sendiri awalnya dibuat hanya untuk platform iOS, dengan penampilan sederhana di awal tahun dan setiap update terbaru Supercell selalu mengembangkan fitur dan AI Troops.

Clash of Clans awalnya adalah Freemium Strategy Video Game dari supercell. Permainan Multiplayer (multi pengguna) yang memungkinkan Gamers untuk melatih Troops (pasukan), menyerang gamers lain untuk mendapatkan Gold (emas), Elixir (sejenis sumber mineral) serta Dark Elixir, membangun pertahanan untuk memperlambat serbuan Gamers lainnya dan memungkinkan Gamers untuk membuat komunitas dalam sebuah clan. Gamers juga dapat menggunakan fitur komunikasi seperti chatt untuk berkomunikasi dengan orang lain maupun sesama komunitas clan. Troops juga bervariasi mulai dari Barbarian, Archer, Wizard, Giant dan mahkluk mitos lainnya. Defenses (pertahanan) mencakup Canon, Archer Tower, Wizard Tower dan lain lain. Laboratory juga dapat digunakan untuk mengupgrade kekuatan troops.

Dalam update terbaru, (versi 6.56.1), klan sekarang dapat terlibat dalam perang satu sama lain, dengan satu hari persiapan, dan satu hari perang. Bintang / Tarif yang diberikan untuk seberapa baik basis musuh digerebek, dan pemain terbatas pada dua serangan per hari. Tim yang memegang paling bintang di akhir hari tersebut dinyatakan menang. Pada tanggal 30 September 2013, permainan lembut diluncurkan pada Android di Kanada dan Finlandia.  Pada tanggal 7 Oktober 2013, Supercell merilis Clash of Klan ke semua Toko internasional Google Play lainnya.

Dampak  kecanduan game online
1. Segi keuangan
Dari segi keuangan, pelajar yang ketagihan memainkan game online akan menghabiskan uangnya demi bermain game online yang dimainkannya. Adapun uang yang dihabiskannya digunakan untuk membeli paket data internet  yang harganya beragam tergantung kartu yang digunakan  untuk peket data tersebut.

2. Segi waktu
Dari segi waktu, pelajar yang kecanduan game online akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk memainkan game online. Hal yang menyebabkan pelajar tersebut rela menghabiskan waktunya untuk memainkan  adalah ingin menambah pengalaman dan menaikkan level, menghilangkan stres, ingin menghabiskan waktu, mencari teman, karna permainannya yang terus update dan tidak membosankan. Banyak yang meluangkan waktunya hanya untuk  berrmain game online dan tidak menghiraukan kewajibannya sebagai hamba Allah.

3. Segi Psikologis
Dari segi psikologi, ancaman yang paling umum saat seseorang kecanduan adalah ketidakmampuannya dalam mengatur emosi. Individu sering mreasakan sedih, kesepian, takut untuk keluar. Hal ini mempengaruhi dengan hubungan teman yang ada di sekitarnya.

4. Segi kesehatan
Dari segi kesehatan, Baroness Greenfield, profesor farmakologi di Universitas Oxford menemukan tanda-tanda terhentinya pertumbuhan zat abu-abu di otak pengguna game online berlebih yang semakin lama dapat memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat mempengaruhi konsentrasi dan memori, serta kemampuan mereka untuk membuat keputusan dan tujuan yang akan mereka tetapkan. Hal tersebut juga bisa menyebabkan perilaku yang ‘tidak sopan’

5. Segi Sosial
Dari Segi sosial, hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang. Pergaulan pelajar tersebut  hanya di game online saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata. Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain. Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.

Akibat dari kecanduan game online
a) Berkurangnya Sosialisasi
Game online membuat kecanduan karena dalam game dituntut untuk melakukan banyak hal agar tidak tertinggal dengan orang lain, dengan tuntutan semua itu anak biasanya lebih menyita waktu depan game yang dia sukai, dan akibatnya tidak ada rasa ingin bermain dengan anak-anak lain dan hanya menikmati kesendirian depan game tersebut. Hal ini dapat berakibat negatif bagi pergaulannya.

b) Sulit Berkonsentrasi
Untuk anak yang mengalami kecanduan game online, membuat mereka susah berkonsentrasi dalam pelajaran. Hal ini disebabkan fikirannnya selalu ingin bermain game dan ingin segera pulang bermain game bersama teman-teman gamenya. Hal ini tentu berdampak buruk bagi masa depan anak. Kecanduan game online pun memiliki tahap yang bervariasi. Kurangnya perhatian dari keluarga membuat seorang anak lebih gampang terjun dan menikmati bermain game.

c) Lupa Segala Hal
Terkadang anak tidak tahu dampak kekurangan makan, minum, dan kekurangan olahraga dapat menyebabkan badan mudah terkena penyakit tetapi bisa saja orang tersebut doyan makan, tetap saja kurangnya aktivitas yang dilakukan tubuh berdampak kurang bugar di masa depannya karena kurang lancarnya metabolisme tubuh. Radiasi yang dipancarkan monitor juga dapat merusak mata dan juga saraf, hal ini terbukti sering ditemui pemain games yang sering menggunakan kacamata.

Contoh kasus game online Clash Of Clans
Helbert Suoth (30) mengakui hal ini. Ia pernah mengalami ‘ketagihan CoC pada awal mengenal game ini beberapa tahun lalu dari ponsel android. “Awal tahun lalu bulan Agustus, pernah hampir setiap hari bermain dan rata-rata lebih dari 12 jam. Jujur, waktu itu saya bermain. Sampai kerja terbengkalai. Makan sehari sekali hanya karena ingin terus main,” kata Suoth yang kini dipercayakan sebagai Ketua Clan CoC Manado Knight saat diwawancara Tribun Manado, Kamis (14/8/2014).

Pria yang berprofesi sebagai teknisi di salah satu perusahaan ternama di Manado ini, menuturkan itu hal biasa bagi pencinta game. Ada temannya yang bahkan hampir setiap hari bertengkar dengan pacar bahkan isteri karena CoC. Disebutnya, sejak 2013 pengemar CoC di Manado, khususnya bertumbuh pesat. Hampir semua anak muda yang punya ponsel android suka permainan ini. “Efek buruk CoC memang ada, tapi tergantung orangnya semua ini.  Dan memang game CoC sangat bikin ketagihan. Lebih buruk dari rokok, karena kecepatan chatting lebih cepat dari BBM. Orang bisa cepat akrab. Orang bisa merasa segera ada dengan teman-teman baru dengan pembicaraan positif bukan ngalor ngidul,” ungkap Suoth.

Sementara itu, seorang PNS di Pemko Manado juga mengaku ketagihan game online ini. Menurutnya bukan hanya dia tapi ada beberapa PNS yang juga demikian. “Rasanya tangan ini nda mau lepas dari handphone. CoC itu memang game yang menarik, mengoda, menghibur jadi wajar kalau ketagihan,” katanya dan meminta namannya tidak ditulis koran hanya pengalamannya saja.