Belajar Mencintai Orang Yang Tidak Kita Cintai

Belajar Mencintai Orang Yang Tidak Kita CintaiRUMAHREMAJA.COM – Merasakan indahnya cinta tentu merupakan hak dari setiap orang saling suka dan mencintai tentunya keinginan yang umum dirasakan oleh banyak Orang. Namun rasa cinta antara keduanya itu terkadang tidak selalu yang kita inginkan. Pernahkah Anda merasakan ketika mencintai seseorang namun tidak dicintai oang tersebut? Atau kebalikannya saat kita tidak mencintai tapi begitu dicintai oleh seseorang, kita merasa tidak nyaman dan sering merasa terganggu oleh kehadirannya.

Anda tentunya pernah mengalami dicintai seseorang tapi Kamu tidak mencintainya. Memang Dia seolah berusaha menjadi seperti yang Anda inginkan. Tapi caranya menjaga Anda dan juga cara-cara Dia mengeluh begitu membosankan. Anda sering merasa bosan atas sikapnya dan kadang ada rasa sedikit benci dengan tingkahnya yang menyebalkan.

Atas dasar permintaan dari Seseorang, rumahremaja.com akan menyampaikan bagaimana cara kita belajar mencintai seseorang yang tidak Kita cintai. Ini diperlukan jika Kita sering merasa bosan dalam menjalin hubungan. Karena Kita tahu, jika menuruti keinginan tidak akan ada habisnya dan Kita tidak akan bisa fokus pada seseorang, tidak akan ada puasnya.

1. Lihat keadaan Kita, lihat semua kekurangan yang Kita punya. Jangan hanya karena beberapa kelebihan yang kita punya, Kita jadi besar kepala dan menganggap Kita bisa dengan mudah mendapatkan yang lebih baik dari Dia. Memang, sebenarnya kita bisa mendapatkan yang lebih baik dari Dia, tapi kadang posisinya tidak seperti itu. Bisa saja Kita hanya jadi permainan, Kita hanya mendapat cinta sesaat, Tidak setia, atau mungkin kita harus menutupi kekurangan yang ada pada diri Kita, harus pura-pura. Yang lebih parah sering merasa cemburu bahkan sakit hati.

2. Lihat pengorbanan yang sudah Dia lakukan, apapun itu termasuk yang tidak memiliki efek langsung terhadap Kita. Misalnya saja janji ingin bertemu, Dia sudah berkorban waktu bahkan jarak yang cukup jauh. Sementara Kita hanya cukup menempuh jarak yang tidak terlalu jauh atau bahkan tidak sama sekali. Tentunya pertemuan itu saat kita ada waktu luang sementara Dia harus mengorbankan hal penting lain hanya untuk bertemu dengan Kita.

3. Kuatkan rasa kasihan Kamu. Mungkin dengan melihat keadaan Dia yang tidak begitu bagus, masa lalunya, atau bisa juga keinginan-keinginan Dia yang belum bisa terlaksana. Kita bukan orang yang kejam, kita punya perasaan. Jangan sampai Dia hancur hanya karena harapan dan cintanya yang terlalu besar terhadap diri Kita tidak sampai dengan baik.

4. Pikirkan kenyamanan jangka panjang. Mungkin saat ini Dia posesif, sering membuat Kita merasa tidak nyaman, banyak bertanya, dll. Akan tetapi jika sudah jadi keluarga, Orang seperti inilah yang bisa memberi ketenangan. Sudah jelas-jelas posisinya Dia yang mencintai Kamu, sudah pasti Dia akan mengorbankan bahkan menyerahkan hidupnya untuk Kamu nantinya. Berakit-rakit kehulu berenang ketepian, biarkan Dia banyak tanya karena suatu saat Dia akan kehabisan hal untuk ditanyakan, biarkan dia tahu keadaan Kamu karena suatu saat Dia bisa membantu saat keadaanmu buruk.

5. Lihat keuntungannya. Mungkin sedikit sadis jika kita salah dalam menilai hal ini. Keuntungan yang dimaksud adalah kebaikan yang Kita dapat dari keadaan ini. Jujur saja, Orang yang berada diposisi dicintai, akan banyak mendapatkan banyak keuntungan dari orang yang mencintai. Akan tetap terjadi meskipun Kita hanya butuh “ADA” untuk dirinya saja tanpa pengorbanan yang berarti.

Saat Kita dicintai, Dia bisa ada bukan hanya saat senang, saat susah pun Dia bisa tetap setia menemani, bisa menjadi pendengar yang baik, mau mengerti keadaanmu yang buruk, dan yang pasti mau menerima Kamu dengan segala kekurangan yang ada. Kamu tidak akan ditendang saat dalam posisi terburuk, yang ada justru Dia membantumu untuk keluar dari kondisi buruk tersebut. Dia adalah tiang yang bisa jadi sandaran buatmu. Cintailah Dia seperti Dia mencintaimu.