Umur dan Alasan Paling Konkrit Anak Remaja Bunuh Diri

Umur dan Alasan Paling Konkrit Anak Remaja Bunuh DiriRUMAHREMAJA.COM – Kebanyakan para remaja yang merasa depresi jalan terbaik menurut mereka yaitu mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri. Selama beberapa tahun terakhir, tragedi bunuh diri remaja telah menjadi berita utama di media massa dan menjadi topik diskusi untuk setiap keluarga.

Meski bunuh diri lebih sering terjadi pada remaja yang beranjak dewasa, sebagai penyebab kematian ketiga terbesar pada usia 15 hingga 24 tahun di Amerika Serikat, namun bunuh diri juga bisa menjadi ancaman pada anak-anak yang lebih muda.

Bahkan, bunuh diri adalah penyebab keempat kematian pada anak-anak antara usia 10 dan 14. Dalam beberapa tahun terakhir, liputan berita nasional di AS telah menuliskan anak-anak berumur 7 tahun mencoba bunuh diri.

Kita sebagai orangtua perlu mengetahui sejumlah fakta mengenai kecenderungan bunuh diri remaja, antara lain:

• Antara 12 dan 25 persen anak-anak dan remaja memiliki pikiran bunuh diri di beberapa titik kehidupannya.
• Perilaku dan pernyataan remaja haruslah disikai dengan serius dan segera lakukan tindakan pencegahan maksimal.
• Untuk setiap bunuh diri di antara orang-orang muda, ada sebanyak 100 upaya bunuh diri.
• Sementara usaha bunuh diri mungkin mewakili keinginan yang tulus untuk mati, namun sering kali tindakan ini merupakan permintaan bantuan saat anak putus asa.
• Anak-anak dan remaja sering memandang segala sesuatu secara berlebihan, mereka merasa kewalahan dan begitu putus asa sehingga tak bisa membayangkan hal-hal menjadi lebih baik.
• Anak-anak dari kedua jenis kelamin dan semua umur, latar belakang dan budaya berisiko untuk mengembangkan pemikiran dan perilaku bunuh diri.
• Isolasi sosial (kurangnya pergaulan yang luas dengan teman sebaya, kegiatan, kelompok) merupakan faktor risiko utama bunuh diri.
• Sementara anak laki-laki lebih mungkin untuk menyelesaikan bunuh diri dibandingkan anak perempuan, namun anak perempuan lebih mungkin untuk mencoba bunuh diri, dan untuk memberitahu orang lain mengenai hal itu atau merasa ingin bunuh diri.

Faktor risiko yang paling umum untuk bunuh diri remaja adalah:
• Depresi.
• Penyalahgunaan zat.
• Masalah dengan perilaku mengganggu atau agresif.

Kehilangan seorang anak untuk bunuh diri adalah mimpi buruk setiap orangtua. Pikiran untuk bunuh diri, perilaku dan pernyataan anak tentang keinginan bunuh diri harus ditanggapi serius dan segera lakukan tindakan pencegahan.