Perilaku Buruk Orang Tua Berdampak Negatif untuk Jiwa Anak

Perilaku Buruk Orang Tua Berdampak Negatif untuk Jiwa AnakRUMAHREMAJA.COM – Setiap manusia yang terlahir didunia ini memiliki garis takdir yang berbeda-beda. Ada beberapa anak yang terlahir mendapatkan perlakukan yang semestinya didapatkan dari orang tuanya. Namun sebagian juga anak ada yang mendapatkan perlakuan yang tidak sewajarnya oleh orang tuanya dan tidak menandakan sebaigai sikap yang baik untuk anak.

Menurut pengamatan yang banyak dilakukan, di bawah ini ada beberapa perilaku yang tidak baik dan tidak sepatutnya dilakukan oleh semua orang tua untuk membesarkan anak-anaknya. Don’t Try This at Home!

Orang tua yang tidak peduli dengan perasaan anak

Orang tua kebanyakan tidak memperdulikan perasaan anak yang mereka pentingkan adalah perasaan mereka sendiri. Kebanyakan para orang tua lebih cenderung memaksakan apa yang mereka inginkan terhadap anak. Sehingga, anak tidak dihargai sama sekali. Orang tua marah jika anak menyakiti perasaan orang tua. Tapi, mereka akan seenaknya saja bertindak dan berperilaku yang bisa menyakiti perasaan anak.

Orang tua yang berkata kasar terhadap anak-anak

Kebanyakan orang tua berkata kasar di depan anaknya dan ini jelas-jelas perbuatan tidak bermoral. Bahkan, terkadang orang tua sering menyalahkan apa yang dilakukan anak tanpa menjelaskan dimana letak kesalahan anak. Intinya, jika apa yang dilakukan dan apa yang diinginkan anak tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka si anak langsung akan dimarahi dan dicaci bahkan dihina.

Mereka tidak bisa menasehati anak dengan cara baik-baik. Bahkan banyak dari orang tua melakukan kekerasan secara fisik. Jika si anak bertindak yang tidak sesuai dengan pandangan orang tua maka si anak bisa saja disiksa seperti dilempar helm, dilempar gembok pintu gerbang, dipukul dengan sapu dan lain-lain.

Orang tua yang bersikap memusuhi anak

Orang tua yang memusuhi anaknya mereka menganggap jika hidup anaknya berada diujung jarinya. Jadinya ketika anak bertingkah tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka anak tersebut akan dimusuhi. Setiap anak ingin mengeluarkan pendapat maka orang tua akan langsung menanggapinya dengan amarah dan sikap bermusuhan. Kata andalah mereka adalah, “Kamu ini hidup dibiayai orang tua dan masih ikut orang tua tapi kamu selalu menentang orang tua.”. Padahal anak menentang bukan tanpa alasan, mungkin mereka ingin menyuarakan kata hati mereka supaya orang tua lebih bisa memperhatikannya.

Orang tua yang mengandalkan uang dalam membesarkan anaknya

Memang sudah menjadi kewajiban setiap orang tua membesarkan anak-anaknya dengan dan membiayainya dengan uang. Namun banyak orang tua sering menggunakan kekuasaan uangnya untuk menguasai anak. Mereka akan mengungkit-ungkit biaya dan uang yang telah mereka keluarkan untuk membiayai anak di depan anak tatkala anak melakukan hal yang tidak disukai orang tua.

Orang tua yang membiarkan anaknya hidup dengan dirinya sendiri

Dalam hal ini, orang tua tidak peduli dengan anak. Mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan anak sehingga anak berjalan di jalannya sendiri tanpa bimbingan dari orang tua. Anak hidup dengan pemikiran sendiri, anak mengambil keputusan sendiri, anak harus menghadapi masalahnya sendiri. Memang cara ini bisa membuat anak menjadi mandiri sekaligus merasa kesepian.

Orang tua yang sibuk bekerja dan sibuk dengan bisnis dan urusan sendiri sehingga mereka mengabaikan anak-anaknya. Anak tidak hanya butuh uang untuk dibesarkan, tapi perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan anak.

Kedua Orang tua yang sering bertengkar dihadapan anak

Kedua orang tua yang sering bertengkar dengan dan memperlihatkannya pada anak-anaknya tentu sangat berpengaruh dan berdampak buruk bagi anak. Apalagi pertengkaran itu berakhir dengan kekerasan yang juga melibatkan anak. Anak dijadikan pelampiasan emosi kedua orang tua, padahal anak tidak tahu apa-apa.