Mengatasi Remaja yang Suka Marah dan Melawan

Mengatasi Remaja yang Suka Marah dan MelawanRUMAHREMAJA.COM – Ketika anak sudah mulai tumbuh menjadi anak yang dewasa maka satu hal yang perlu diketahui oleh semua orang tua bahwa mengawasinya perlu ekstra hati-hati karena anak akan cenderung melawan jika menurut mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Ada beberapa bentuk kesalahan dari kebanyaan orang tua saat saat mereka berbicara pada anak remaja mereka seperti yang dikemukakan oleh seorang psikolog dari Personal Growth Monica berikut penjelasannya:

Bertengkar

Saat orang tua berbicara pada anak remajanya maka akhir dari pembicaraan mereka ditutup dengan perasaan marah dan pertengkaran. Mengapa demikian? Menurut psikolog, hal ini karena salah dalam intonasi atau nada serta pemilihan kata yang salah.

Satu Arah

Kebanyakan orang tua ketika melontarkan kritikan atau suruhan kepada anak, biasanya melakukan komunikasi dengan satu arah seperti halnya ketika anak bangun kesiangan langsung saja dimarahi tanpa bertanya terlebih dahulu apa penyebab sehingga anak bangun siang.

Tidak nyambung

Biasanya juga banyak orang tua tidak nyambung dalam melontarkan perkataan atau jawaban dengan pembicaraan anak. Seperti halnya saat anak berniat membicarakan isi hatinya tentang orang yang disukainya, Orang tua malah mengatakan kalau belum sepantasnya memikirkan mengenai pria atau wanita tugas kamu (anak) hanya belajar. Menurut psikolog tersebut, hal ini sudah salah konteks dan bisa saja membuat anak menjadi frustasi.

Tidak ada komunikasi

Mungkin dari beberapa masalah, tidak adanya komunikasi merupakan bagian yang paling fatal. Walaupun tidak ada pentengkaran antara anak dan orang tua, namun yang terjadi bisa membuat anak jadi semakin jauh dari orangtuanya.

Itulah empat kesalahan orang tua dalam mendidik anak remaja. Jika Anda para orang tua ingin mendidik anak remaja dengan baik, Psikolog tersebut memberikan tips terbaik yang bisa dilakukan oleh semua orangtua ketika berkomunikasi dengan anak remajanya. Berikut ulasannya:

Bangun pembicaraan ffektif

Pembicaraan yang efektif disini Anda dan anak seharusnya saling memahami. Anda sebagai orang tua jangan hanya keinginan Anda yang harus dipahami dan dipenuhi oleh anak, orang tua pun harus mengetahui apa yang diinginkan oleh anaknya. Ketika melakukan pembicaraan dengan anak sebisa mungkin atau jangan sekali-kali ada kata yang mengarah ke bullying, seperti menyebutnya ‘bodoh’.
Dalam berkomunikasi, berusahalah menjadi pendengar yang baik. Perhatikan intonasi, ekspresi dan bahasa tubuh.

Empati

Empat sangat dibutuhkan ketika Anda orang tua berbicara pada anak. Sebagai orang tua coba posisikan diri Anda berada pada posisi anak. Pentingnya empati agar Anda memahami mengapa anak selalu menolak keinginan Anda.

Relate

Ingin komunikasi dengan anak berjalan dengan baik? Para orang tua seharusnya memahami apa yang menjadi keinginan dan apa yang disukai oleh anak apakah itu soal film, musik, band dan lain-lain. Berikan waktu luang Anda untuk mengetahui apa yang sedang diinginkannya agar ketika  berbicara dengannya bisa lebih ‘nyambung’. Dengan belajar mengetahui kesukaan anak, maka akan lebih mudah untuk masuk ke dunia mereka.

Total

Saat bersama anak, berusahalah untuk mendedikasikan seluruh waktu tersebut untuknya. Lupakan dulu sejenak gadget Anda. Benar-benar jadi pendengar yang baik untuknya.

Terapkan 5K

Terapkan prinsip 5K yaitu: Kasih, Konsekuen, Konsisten, Kompromi dan Kompak. Dengan menerapkan 5K ini orang tua dapat menerima anak apa adanya, komitmen pada kesepakatan bersama yang telat dibuat, konsisten untuk membentuk perilaku anak, ingin berkompromi atau fleksibel dan kompak bersama pasangan.