Hal-Hal yang Membuat Anda Tidak Akur dengan Teman Kos

hal-hal-yang-membuat-anda-tidak-akur-dengan-teman-kosRUMAHREMAJA.COM – Sewo kos merupakan alternatif yang banyak orang lakukan ketika keluar kota untuk jangka waktu yang lama. Apakah karena kuliah, magang, ataupun bekerja. Tinggal di tempat baru, dan tentunya bertemu dengan orang-orang baru membuat Anda harus pandai beradaptasi. Jika tidak, maka hal-hal yang akan kami bahsa pada kesempatan ini tidak dapat dihindari.

Beberapa hanya berimbas pada perang dingin, namun tidak jarang menimbulkan cekcok dan tidak akur sehingga memaksa teman kos tidak betah dan memilih pindah kos. Tentu Anda tidak ingin pengalaman ngekos Anda berbuntut dengan menyakiti orang lain. Jadi sebaiknya hindari hal-hal berikut ini:

Malas bersih-bersih

Inilah yang menjadi problem yang tidak bisa dihindari dari banyaknya orang yang ngekos pasti ada juga orang yang malas untuk bersih-bersih. Menyapu bisa dibilang setahun sekali. Cuci piring, tunggu piringnya jamuran. Kamar kayak kapal pecah. Sering kabur waktunya membersihkan toilet. Kalau kebiasaan jorok tersebut adalah kebiasaan Anda, ingat: Anda bukan satu-satunya orang yang menghuni kos. Kalau Anda jorok, bukan cuma Anda yang menanggung jijiknya, teman satu kos Anda pasti merasakan imbasnya. Mereka juga serasa menjadi babu karena melayani segala kebutuhan bersih-bersih di kos. Ingat kebersihan adalah bagian dari iman. Biasakan hidup bersih walau tidak ada ibu yang mengomeli Anda.

Demi hemat, ambil makanan teman di kulkas

Mungkin saja awalnya cuman hal-hal yang sepele seperti cabe, bawang, garam dan segala macam bahan makanan yang bisa mengganjal perut. Jika Anda tidak sengaja melakukan kebiasan ini, berhentilah mulai sekarang. Hanya ada satu pesan buat menyadarkan Anda: “Kamu mau hemat? Saya juga!” Begitulah jeritan hati teman Anda yang menjadi korban pencurian cabe, bawang, garam, dan lain sebagainya.

Menempel seribu poster peringatan di sudut-sudut kos

poster-poster peringatan di sudut-sudut kos pastinya sudah menjadi pemandangan yang sering kita lihat jika berkunjung ke kos teman. Walaupun hal ini memang bagus, alasannya untuk menyadarkan teman kos supaya hidup bersih dan tertib, ternyata membuat Anda dipandang sebelah mata. Tanpa Anda sadari, teman satu kos Anda menganggap kebiasaan Anda kian menyebalkan. Apalagi kalau bahasa yang Anda gunakan amatlah pedas dan menyinggung. Anda dicap sok bersih, sok tertib, sok rajin, sok ngatur, dan segala jenis ‘sok’ yang lain. Agar Anda tidak terlibat cekcok, mulailah mencabut beberapa poster, dan sisakan yang memang perlu untuk ditempel.

Mengajak pacar masuk kamar

Paling banyak yang dilakukan oleh anak kos sekarang ini yaitu mengajak pacara mereka masuk ke kamar kos mereka. Apalagi jika tidak  ada peringatan “Batas Cowok/ Cewek”, membiarkan pacar masuk ke dalam kos adalah sebuah kesalahan. Kebiasaan ini hanya akan membuat teman kos Anda risih dan merasa tidak nyaman. Dalam hatinya, teman Anda juga takut kalau tiba-tiba Anda berbuat ‘aneh’ dan digerebek sama pak RT.

Membunyikan musik keras-keras

Mungkin saja Anda termasuk makhluk auditori, suka karaokean, nyanyi lagu rock dan nyetel musik dengan volume keras-keras. It’s fine. It’s fine kalau Anda tinggal di dalam hutan belantara. Melakukan kebiasaan ini di kos hanya akan mengganggu teman Anda. Kadang, mereka juga butuh ketenangan untuk sekadar tidur, membaca buku, ngerjain tugas, ataupun menelfon orang tua mereka. Jadi gunakan selalu earphone jika Anda tidak ingin merusak momen waktu mereka.

Menerobos antrian mandi atau setrika

Kalian tahu kan rumah kos tidak selalu menyediakan daya listrik yang besar. Alhasil, segala macam aktifitas kelistrikan dilakukan bergantian untuk mencegah terputusnya aliran listrik. Mulai dari mandi, masak nasi, atau setrika baju.  Paling menyebalkan adalah ketika teman kos Anda main serobot dan tidak ingin antri. Giliran ada yang mandi ingin berangkat kekampus, dia seenaknya sendiri masak nasi buat sarapan. Jadi, menghindari ketidak akauran, mulai atur penggunaan listrik di kos kalian.

Tiap kerja kelompok bawa teman sekampung

Jika tiba-tiba Anda mengundang teman sekelas Anda (kira-kira 30-40 anak) buat ngerjain tugas di kos, pastikan teman Anda yang lain sedang keluar atau pulang ke kampung halaman. Kos bukan rumah pribadi Anda. Ada penghuni lainnya yang butuh ketenangan dan kenyamanan. Mengundang teman sekelas tanpa hitungan yang pas hanya akan membuat kos berubah jadi pasar.

Berlagak seperti bos

Bisa jadi Anda penghuni paling lama, paling tua, paling rajin, paling cantik, atau paling kaya. Tetapi, sebagus apapun track record Anda di kosan, hal ini tidak lantas menghalalkan Anda untuk berlagak jadi bos. Suka mengatur, seenaknya sendiri, menguasai tempat atau fasilitas tertentu di kos, dan berbuat semena-mena pada penghuni baru. Kebiasaan Anda ini hanya akan membuat Anda dibenci seluruh penghuni kos.

Tidak suka pergaulan di kos dan mengurung diri di kamar selama 24 jam

Mungkin, bagi Anda teman-teman kos hanyalah parasit atau virus berbahaya bagi kelangsungan hidup Anda. Memilih mengurung diri di kamar dan menjauhi segala macam bentuk sosialisasi hanya membuat Anda tidak punya teman. Anda pun akan menjadi topik paling hangat dalam pergosipan teman-teman kos Anda. Baiklah, mungkin Anda cuek dan tidak ingin ambil pusing semua celotehan mereka. Tapi, ingat satu hal: Anda tidak bisa hidup sendirian, termasuk di dunia sekecil kosan.

Suka mengadu ke ibu kos

Ini tidak jauh beda dengan bagian ketiga dan delapan. Anda hanya akan dianggap ‘sok’. Namun, dari sekian aduan paling menyebalkan adalah: ketika teman Anda belum bayar kos dan Anda malah ngadu ke ibu kos.