Cara Memilih Celana Jeans Bagi Remaja Gaul

Cara Memilih Celana Jeans Bagi Remaja GaulJeans atau jins bukan barang aneh lagi bagi masyarakat kita. Benda ini biasa kita pakai untuk berbagai kegiatan kita. Tapi ada aturan baku yang masih berlaku yaitu jeans tidak boleh dipakai untuk acara formal. Mungkin hal ini karena asal mula pelopor pemakai jeans kaum pekerja rendahan.

Untuk pekerjaan kasar di lapangan sehingga terkesan kurang sopan dipakai untuk kegiatan formal dalam ruangan. Terlebih busana jeans dipopulerkan oleh kaum yang dianggap kurang terhormat atau berandalan pada waktu itu. Banyak yang salah kaprah menyebut jeans itu kain padahal yang benar pengertian jeans atau jins yaitu bentuk busana ataupun aksesoris olahan dari kain denim, bentuk ini bisa berupa baju, celana, jaket, topi, dsb.

Celana jeans adalah salah satu busana yang paling baik untuk dijadikan investasi. Satu celana jeans yang bagus dan kuat bisa dipadankan dengan beragam cara untuk ke acara bergaya semi-formal dan kasual. Celana jeans yang kuat bisa dikenakan untuk waktu lama, menjadikannya potongan busana yang baik untuk dijadikan investasi. Tetapi sayangnya, tak semua celana jeans tepat untuk kita. Begini tips memilih celana jeans yang tepat supaya tak menyesal dari Clinton Kelly, pembawa acara What Not to Wear.

1. Coba, coba, dan coba lagi.

Jika Anda seperti perempuan kebanyakan, Anda pasti kesulitan mencari celana jeans yang tepat. Sebuah survei yang dilakukan oleh Motherboard Moms mengungkap, sekitar 70 persen respondennya mengatakan harus mencoba setidaknya 4 atau lebih celana jeans sebelum mendapatkan yang tepat. Konsultan fashion dan pembawa acara What Not to Wear mengatakan, ada sebagian wanita yang perlu mencoba setidaknya 20 celana jeans. Tentu, mencoba celana adalah hal yang penting, tetapi yang perlu diingat, jangan malu untuk mencoba banyak celana.

2. Fokus pada ukuran, bukan label.

Anda kira merek celana tertentu akan memiliki jaminan bahwa setiap pembelinya akan menemukan kepuasan. Tidak selalu begitu. Anda bisa saja melihat celana pada model yang tubuhnya kira-kira setipe dengan bentuk tubuh Anda, dan label celana itu bilang tipe jenis tertentu cocok dengan jenis tubuh seperti apa, informasi itu cukup bagus, tetapi Anda tetap harus mencoba sebelum membeli. Karena, setiap pembuat celana memiliki definisi berbeda dalam mengartikan jenis-jenis celana, berikut dengan ukuran jahitannya, termasuk lebar dari bukaan pada bagian bawah celana boot cut yang melebar.

Sayangnya, saat ini tidak ada ukuran universal untuk diikuti oleh para desainer celana jeans. Anda bisa saja mengenakan ukuran 25 di satu merek, tetapi di merek lain Anda akan mengenakan ukuran 28. Jangan dipusingkan terlalu dalam mengenai ukuran itu. Ingat, perempuan memiliki rentang sekitar 3 ukuran dari satu ukuran ke ukuran dari merek berbeda. Saat ragu, bawalah sekitar 3 ukuran celana jeans berbeda saat mencoba di kamar pas.

3. Warna gelap.

Celana jeans dengan warna biru gelap akan membantu tampilan lebih rapi dan elegan ketimbang celana jeans biru terang. Warna yang bisa dengan mudah dipadankan dengan warna lain akan membuat Anda mudah berganti gaya dari siang ke malam hari hanya dengan mengganti atasan saja.

4. Waspadai detail.

Perhatikan detail yang ada pada celana Anda, terutama efek distress, seperti guratan-guratan putih pada paha, lutut, bokong, atau pinggul, akan menarik perhatian langsung pada daerah tersebut. Titik-titik berwarna pudar itu akan membuat bagian tersebut terlihat membesar. Jadi, hati-hati pilih celana jeans berdetail.

5. Celana “Mom’s Jeans” bukan pilihan.

Celana berciri high-waisted, warna biru terang, bagian betis sedikit ketat, dan bagian paha serta bokong agak longgar adalah celana yang masuk dalam kategori “Mom’s Jeans”. Wanita suka celana tipe ini karena bentuknya yang cukup luas. Bagian kancing pinggangnya lumayan tinggi dan besar di bagian bokong, sehingga bisa menutupi banyak bagian tubuh, tetapi yang jadi masalah, meski menutupi bagian tubuh, celana ini tidak memberi ilusi indah pada tubuh.

Saat mencari celana, pastikan Anda datang dengan pikiran positif. Ketahuilah, bentuk tubuh akan berubah menurut masanya. Jangan memandang buruk tubuh Anda hanya karena ukuran celana yang Anda miliki sudah tidak lagi sama seperti ukuran sebelum Anda melahirkan. Tubuh akan terus berubah. Terimalah, dan percayalah bahwa ada celana jeans yang sempurna untuk Anda.

6. Padankan dengan yang tepat.

Celana jeans dengan sepatu kets seperti Converse memang terlihat klasik dan manis dikenakan mahasiswi-mahasiswi, tetapi jangan coba-coba memadankan celana jeans dengan sepatu olahraga (sneaker) untuk kegiatan harian. Alasannya? Karena Anda memberi kesan tidak berupaya untuk berdandan. Kelihatannya Anda hanya mencari jalan keluar termudah.

Perhatikan pula tipe celana jeans yang Anda kenakan, pastikan Anda selalu menggunakan celana dalam yang tepat, yang tidak akan “mengintip” di belakang Anda.