Pungguk Merindukan Bulan

Cerpern Favorit Pungguk Merindukan BulanKadang hal yang diharapkan berbenturan dengan kenyataan. Orang menganggapnya sebagai takdir. Di sitiulah perasaan bermakna, salah satunya adalah cinta. Apa yang dialami Ellhy memang biasa, terjadi pada manusia umumnya. Tetapi ini menjadi luar biasa, ketika ia merasa bahwa simpatinya sebagaimana pungguk merindukan bulan.

Sudah dua minggu ia memendam seribu rasa yang membuat jantungnya berdebar kencang saat melihat sang pujaan hatinya.

“Kita pilih duduk di sini aja. Ayo dong ceritain gebetan barumu,” tiba-tiba terdengan suara serak yang mengusik lamunan Ellhy.

“Iya… Ell, mumpung kita ngumpul nih,” jawab teman Anhas. Ellhy

“Masak lo main rahasiaan sama geng sndiri,” tutur temannya lagi.

Ellhy mendadak gugup. Nggak salah lagi itu Anhas. Anhas dari geng TELKOMAS ROCK ‘N ROLL, cowok yang sangat dikagumi para cewek-cewek di sekolah.

Ellhy nyaris nggak bergerak. Menyadari cowok tampan yang sedang ditaksirnya itu ada di meja belakangnya. Saat sedang barengan dengan teman-teman aja Ellhy sudah nervous …. apalagi sekarang ia sedang sendirian. Tapi untuk yang satu ini, rasa ingin tahunya jauh lebih besar. Dan apa tadi? Mereka lagi ngomong soal gebetannya Anhas. Wah….. Wah….

“Jadi bener nih, dia tinggal di jalan Tumbuhan?” tanya teman Anhas.

Deg, Ellhy nyaris tersentak. Bukankah itu jalan tempat ia tinggal? Jalan itukan kecil, jadi ia kenal hampir semua penghuninya. Kayaknya nggak ada yang seumuran dia, rata-rata sudah kuliah dan kerja. Rasa ingin tahunya semakin memuncak.

“Iya, anak kelas tiga juga. aku memang naksir dia. Soalnya dia manis banget, pintar dan baik. Pasti dong banyak saingannya. Makanya aku jaga jarak biar dia penasaran,” suara Anhas terdengar riang.

Jantung Ellhy berdegup kencang. Ia semakin yakin , selain dia nggak ada anak kelas tiga SMA tinggal di jalan itu. Kalau masalah kecerdasan otak, Ellhy memang selalu jadi juara satu sejak cawu pertama. Semuanya klop. Mungkin yang dimaksud Anhas itu dirinya?.

“Wah, playboy satu ini sudah berketuk lutut. Terus kapan dong kamu nembak dia?” desak temannya.

“Oh my god,” Ellhy nyaris menahan napas.

“Eh, ngomong-ngomong siapa namanya?” tanya temannya lagi.

“Ellhy,” jawab Anhas.

Kali ini Ellhy nyaris nggak mampu menahan diri. Ingin rasanya ia melompat dan berteriak, kalau saja nggak ingat di mana dia berada sekarang. Ini benar-benar keajaiban. Anhas naksir dia. Berita ini wajib diceritakan pada sohib-sohibnya.

Pukul setengah tujuh malam, semua persiapan sudah sempurna. Sekarang Anhas naksir dia. Primadona sekolah itu menyukai gadis biasa seperti dia. Ellhy bernyanyi bahagia.

“Kamu nggak sedang melamun Ell?” kata Dewi sambil terkikik.

“Iya Ell, jangan-jangan itu cuma halusinasi aja,” timpal Fitri.

Ellhy pura-pura merengut sambil berucap “Pendengaranku masih normal dan aku nggak bakalan cerita kalau tahu reaksi kalian begini”.

“Bukan begitu Ell, Kalau benar Anhas naksir kamu, kok bisa tenang-tenang aja sih?” kata Dewi dan Fitri.

Sarah mencoba menengahi. “Kan Anhas sendiri yang bilang dia sengaja jaga jarak biar surprise”.

“Udah deh, pokoknya mulai besok akan bakal jadi cewek paling bahagia di dunia,” ujar Ellhy tersenyum bahagia.

Keesokan harinya, bel rumah berbunyi. Dengan ceria Ellhy menghambur ke pintu, tapi ternyata yang datang Kak Edy, pacarnya mbak Chacaa. Keduanya lalu pergi, sementara Mama dan Papanya sudah berangkat ke acara resepsi. Di rumah hanya ada Ellhy dan mbak Fatma.

Ellhy mulai tidak sabar. Sedari tadi sohib-sohibnya terus menelpon dan membuatnya tambah Be Te.

“Ellhy bangaun! Kok ketiduran di sini?” suara Mamanya terdengar sayup. Ellhy membuka matanya, ternyata Mama dan Papanya sudah pulang.

“O ya, Anhas! Astaga, setengah sepuluh malam”Ellhy melonjak. Ternyata Anhas tidak datang dari tadi. Ellhy mulai kebingungan.

Ellhy akhirnya ikut ajakan orang tuanya untuk mencari makan malam di luar.

“O ya Ellhy. Mama lupa cerita tentang cucunya Bu Arni, padahal sudah sebulan lo. Kapan-kapan kamu main ke sana ya?” tiba-tiba Mamanya bercerita. Ellhy cuma mengangguk tanpa semangat.

Ketika melewati rumah Bu Arni, Ellhy melihat seorang gadis cantik keluar dari rumah diikuti seorang cowok. “Oh my god”, Ellhy terkejut bukan main. Berkali-kali dikedipkan matanya, berharap yang dilihatnya itu orang lain. Tapi sia-sia, cowok itu benar-benar Anhas. Mereka berdua kelihatan akrab sekali.

Dengan gemetar Ellhy bertanya pada Mamanya, “siapa nama gadis itu Ma?

“Kebetulan namanya sama dengan kamu …. Ellhy,” jawab Mamanya.

Ellhy terkulai menyadari impiannya hancur oleh kebodohannya sendiri. Seharusnya ia mendengarkan ucapan sohibnya. Dan celakanya Ellhy terlanjur begitu berharap. Dia merasa marah, kecewa dan … malu sekali.