Ditemukan Formula Ajaib Anti Selingkuh

Teknologi Moderen Telah Ditemukan Formula Ajaib Anti SelingkuhPerselingkuhan menjadi bagian yang tidak dapat di pisahkan dari sebuah hubungan cinta. Lebih memprihatinkan lagi, demam perselingkuhan menjadi tren di semua kalangan. Dari warga biasa, pejabat pemerintahan, hingga kalangan selebriti.

Penyebab perselingkuhan beragam. Dari mulai rasa bosan terhadap pasangan, sampai rasa iseng karena ingin suasana baru. Namun, apa pun alasannya, perselingkuhan tidaklah di perbolehkan agama. Selain itu, perselingkuhan akan membuat beberapa pihak merasa di rugikan. Terutama pasangan sah Anda.

Ada terobosan baru bagi kehidupan rumah tangg. Istri-istri yang sering di khianati perselingkuhan oleh pasangannya harus melirik produk baru ini. Sebut saja namanya “Formula Anti Selingkuh ” karena bisa mencegah pria beristri/selingkuh dengan wanita lain.

Formula ajaib berbahan hormon oksitosin ini di kembangkan oleh peneliti di Hurlemann dari Universitas Bonn. Sebenarnya okstitosin berfungsi sebagai hormon cinta yang berperan dalam daya tarik dan emosional antara pria dan wanita. Namun ternyata hormon ini bisa di kembangkan untuk menjaga hubungan cinta sebuah pasangan.

“Kadar oksitosin yang meningkat bisa membantu mempertahankan pernikahan dengan mencegah pria tertarik pada wanita lain,” kata René yang memimpin penelitian seperti dilansir Tempo.

Seorang istri secara alami dapat meningkatkan kadar oksitosin suaminya lewat hubungan seksual. Namun, kehadiran, kedekatan, dan sentuhan dari istri ternyata juga dapat memicu bertambahnya oksitosin seorang pria.

Nah, penelitian sebelumnya terhadap tikus prairi juga menunjukkan hal senada. Oksitosin berperan vital sebagai kunci terbentuknya hubungan monogami. “Kami memberikan bukti pertama bahwa oksitosin memiliki peran yang sama bagi manusia,” ujar Hurlemann.

Dalam penelitian terbaru, yang dipublikasikan di jurnal Journal of Neuroscience, tim peneliti menyemprotkan oksitosin dan plasebo (zat lain yang netral) ke hidung 57 pria beristri dan lajang. Para responden lantas diperkenalkan ke seorang perempuan peneliti yang dalam percobaan ini berperan sebagai penggoda.

Si wanita penggoda kemudian mendekati masing-masing pria. Para responden di minta untuk memberi tanda saat si wanita mencapai jarak yang membuat nyaman. Begitu pula saat si wanita di rasa begitu dekat sehingga membuat masing-masing pria tidak nyaman.

Percobaan di ulangi dengan cara berkebalikan. Tiap pria di minta mendekati si wanita penggoda, lalu menentukan seberapa dekat jarak yang membuat mereka ingin berhenti karena mulai merasa kurang nyaman.

Percobaan menunjukkan, para pria beristri yang di semprot oksitosin memilih untuk menjaga jarak 10-15 sentimeter lebih jauh dari si wanita penggoda. Sedangkan yang di semprot plasebo bisa menolerir jarak yang lebih dekat.

Bagi para responden lajang, penyemprotan oksitosin dan plasebo tidak membawa perbedaan. Dan ketika percobaan di ulang dengan seorang pria peneliti sebagai penggoda, semprotan oksitosin tidak berpengaruh terhadap semua responden.

“Kami awalnya mengira pria yang disemprot oksitosin akan membiarkan wanita lain sangat dekat dengannya. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujar Hurlemann.

Larry Young, seorang ahli oksitosin dari Universitas Emory, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan oksitosin memang berperan penting untuk menguatkan ikatan monogami sepasang tikus prairi. “Penelitian ini membuktikan oksitosin berperan memicu perilaku setia baik pada tikus hingga manusia,” ujarnya.

Hebatnya, formula baru yang di kemas dalam alat semprot hidung ini tidak mempan pada bujangan. Jadi bagi pria lajang, tak usah takut berakibat buruk dijauhi wanita yang sedang di burunya.