Budaya Traktir: Tips dan Cara Agar Ditraktir Teman

Budaya Traktir - Tips dan Cara Agar Ditraktir TemanSekarang ini, bukan hanya peristiwa ulang tahun yang membuat Anda mentraktir teman-teman.

Diangkat jadi pegawai tetap, naik jabatan, baru pulang dari perjalanan dinas, memenangkan penghargaan, punya pacar baru, sampai kucing Anda beranak pun, teman-teman berteriak, “Asiiiik…! Traktir!”

Mau tak mau, entah karena memang ingin merayakannya atau sekadar memenuhi tuntutan tersebut, kita pun memenuhi permintaan mereka.

Budaya traktir paling sering ditemui pada saat hari spesial kita yaitu ulang tahun. Masalah traktir-mentraktir teman saat ulang tahun memang hal biasa.

Rasanya kurang lengkap, kalau ulang tahun tanpa mengajak makan-makan teman, sementara setiap hari Anda bertemu dengan mereka.

Tetapi masalahnya, walau Anda termasuk anak yang memiliki banyak teman tetapi Anda juga bingung menentukan siapa saja yang mesti diundang makan-makan.

Di satu sisi Anda ingin mengundang semua yang Anda kenal. Tetapi di sisi lain Anda juga memiliki keterbatasan “budget”.

Setidaknya, merayakan kecil-kecilan dengan mentraktir teman-teman terdekat, nggak perlu di venue yang mewah, yang penting makanannya enak, tempatnya cozy, dan oke untuk foto-foto.

Traktiran dikala teman ulang tahun itu memanglah sangat ditunggu-tunggu. Bukan hanya ditunggu tapi diharapkan sangat, sangat dan sangat.

Buat mendapatkan sesuatu yang “diharapkan” itu butuh beberapa cara yang menarik.

Ada beberapa trik sederhana dan umum diantara para remaja (pengharap traktiran), dengan menggunakan trik ini diharapkan bisa mendapatkan traktiran dari seorang teman yang sedang memiliki sebuah hari yang bahagia, adalah sebagai berikut :

“………. Aduuh, kok kayaknya besok gue lapeer banget ya?”

Sebelumnya jangan lupa mengucapkan selamat ulang tahun dulu ke target ya. Nah, cara ini sudah pasti langsung menuju ke arah perut.

Maksudnya lapar dengan ditambahkan kata banget = minta makan tapi inginnya gratis. Cara ini bisa dipakai buat kalian yang anak kosan tapi si target (yang punya hajat) itu anak rumahan. 

Sebagai konsumen sebaiknya pilihlah “produsen” yang tepat. Yang punya mutu atau kualitas maupun kuantitas produk yang baik.

Jadi, kalau anak kosan ditraktir sama anak rumahan itu pasti kualitas dan kuantitas makanan yang ditraktir jauh lebih baik karena ya target kan anak rumahan. Jadi, serba enak.

“………Eia, besok jadi ke Mekdi apa di Kaepsi nih? Jam berapa?”

Sekali lagi, sebelumnya jangan lupa mengucapkan selamat ulang tahun atau selamat untuk momen-momen bahagia tertentu, bisa langsung atau lewat telepon atau lewat kartu-kartu cantik ke target ya.

Nah, kalau ini sudah dilalui, tanpa angin tanpa hujan, kamu langsung nanya tentang traktiran besok dimana dan jam berapa. Padahal si target belum berencana mengajak teman buat ditraktir. Tapi tidak apa-apa kita mencoba duluan.

Janganlah menunggu jemput bola. Tapi tangkaplah bola. Intinya kita mesti kudu insiatif duluan.

”………….Oi, besok libur nih? Bisa kali kita kumpul besok?”

Sekali lagi dan lagi. Sebelumnya jangan lupa ucapin selamat ulang tahun dulu ke target ya.

Selanjutnya, ada udang dibalik batu. Tapi udang di balik batu yang satu ini beda, memiliki makna “terselubung”.

Ngajak kumpul besok = secara tidak langsung ngajak makan-makan juga ujung-ujungnya. Cuma cara yang ini lebih halus saja pemakaiannya.

Melakukan pendekatan sebelum hari  “H”

Nah, kalo yang ini caranya agak sedikit beda. Dilakukan sebelum ulang tahun si target. Deket-deketin saja tuh si target.

Misalnya, ngajak ke kantin bareng. Bikin tugas bareng. Berangkat kampus bareng. Pulang kampus bareng. Duduk di kelas sebelahan. Sms-an, mention-mention-an, telepon-telepon-an tiap malam.

Memang sedikit terlalu kelihatan ngarep traktiran banget. Tapi tidak apa-apa, dicoba saja dulu. Nanti kalau tidak dapat traktiran dari si target, siapa tahu kan bakalan dapat hati-nya target kok! Bisa jadian deh.

Cara-cara bersahabat diatas, bisa banget ditiru. You’ll never know if you never try.

Coba dulu saja. Semoga berhasil! Amin.