Masalah yang Paling Sering Terjadi Selama Masa Percintaan

Masalah Dalam PercintaanKonflik dalam sebuah relationship adalah hal yang wajar. Dengan diri sendiri saja bisa konflik, apalagi bila ada dua individu digabung jadi satu.

Bagaimana seseorang harus bersikap dalam menghadapi masalah dalam sebuah hubungan akan menentukan ending dari konflik tersebut. Apakah hubungan tersebut akan terus semakin kuat atau malah menjadi makin goyah hingga akhirnya tidak terselamatkan.

Berikut ini ada beberapa masalah yang paling sering terjadi selama masa percintaan. Jika Anda mengalaminya dan gelisah, Anda tidak sendirian. Inilah masalah yang paling sering membuat wanita gelisah bahkan menyebabkan putusnya hubungan asmara.

1.   Status Sosial Kami Berbeda

Zaman sekarang memang bukan zaman kisah film India di tahun 90-an. Kisah cinta si kaya dan si miskin seringkali sukses dan bahagia, tetapi pada kenyataannya, perbedaan status sosial bisa menimbulkan banyak masalah dalam hubungan. Mulai dari orang tua yang tidak setuju, salah satu pihak sulit menyesuaikan gaya hidup dan pemikiran, juga masih banyak lagi masalah lain yang ditimbulkan dari perbedaan status sosial dan kekayaan yang terlalu jauh. Hal yang paling pahit biasanya jika status sosial pihak keluarga pria ‘di bawah’ keluarga wanita.

2.   Pendidikan Kami Berbeda

Bedanya jenjang pendidikan yang terlalu jauh bisa membuat sebuah hubungan berantakan. Walau tidak berbahaya, perbedaan tingkat pendidikan sering memengaruhi pola pikir seseorang, sehingga pasangan dengan jenjang pendidikan yang terlalu jauh akan sulit menyesuaikan diri. Masalah yang sering timbul dari perbedaan jenjang pendidikan ini adalah komunikasi dan sudut pandang yang sering menyebabkan pertengkaran.

3.   Si Pria Lebih Pendek

Masalah tinggi badan mungkin tampak biasa jika si wanita lebih pendek, tetapi jika si pria yang lebih pendek, biasanya ada rasa minder. Sejak dulu pria diidentikkan sebagai pelindung wanita, wajar jika tubuhnya harus lebih tinggi dan gagah sebagai simbol perlindungan. Sebanyak 3 persen pria yang lebih pendek dari kekasihnya merasa malu karena bentuk fisik sering membuat orang lain berpikir bahwa si pria lebih lemah dibanding si wanita.

4.   Orang Tua Tidak Memberi Restu

Saat menikah, Anda tidak hanya menikah dengan dia, tetapi juga keluarganya. Jika salah satu pihak keluarga tidak setuju, apalagi dua pihak tidak setuju, sangat sulit sebuah hubungan bisa mulus hingga pernikahan. Bagi wanita atau pria, memilih keluarga atau si dia adalah hal yang sangat sulit sekaligus menyakitkan. Keluarga ingin yang terbaik, sementara Anda berpikir si dialah yang terbaik. Perlu ada kerelaan hati dan kompromi panjang jika Anda ingin mempertahankan hubungan yang mulus hingga pernikahan.

5.   Saya Gadis Baik, Dia Playboy

Anda mungkin terpesona dengan wanita-wanita yang jadi mantan pacarnya, banyak sekali, hingga dia disebut playboy. Kemudian, dia jatuh cinta pada Anda, Anda senang, sekaligus bingung dan galau. Anda pasti ingin dia hanya menjadi milik Anda dan bukan menjadi salah satu ‘mainannya’. Bagaimana cara membedakan playboy yang sudah tobat dan yang belum? Lihat dari caranya memperlakukan wanita lain. Jika masih tebar pesona, berarti dia hanya main-main dengan Anda. Tetapi jika dia benar-benar serius hanya dengan Anda, Anda bisa memberinya kesempatan.

6.   Dia Tidak Sebaik Mantan Pacarku

Oke oke.. masalah mantan pacar yang lebih baik segala-galanya memang jadi batu sandungan di hubungan selanjutnya. Terima kenyataan bahwa Anda sudah tidak bersama sang mantan. Berhentilah membanding-bandingkan si dia dengan mantan pacar. Dengan begitu, Anda akan menemukan banyak kebaikan di dirinya yang tidak ada pada mantan Anda. Tidak ada orang yang sempurna, yang Anda butuhkan adalah memberi diri kesempatan untuk menemukan kecocokannya dengan diri Anda.

7.   Kami Berbeda

Banyak wanita yang cukup aneh mengatakan “Kami berbeda” tanpa bisa menjelaskan di mana letak bedanya. Pria dan wanita jelas berbeda, karena itulah keduanya bisa saling melengkapi. Ada juga perbedaan lain yang bisa dikompromikan sehingga kehidupan asmara jadi lebih berwarna. Nah, ada juga perbedaan yang benar-benar tidak bisa diperjuangkan sekeras apapun usaha Anda dan dia. Jika memang tidak ada yang bisa diperjuangkan dan itu membuat Anda dan dia frustasi, kadang mengakhiri sebuah hubungan adalah jalan terbaik untuk mendapatkan hubungan lain yang lebih stabil dan cocok untuk Anda.