Operasi Plastik Menjadi Trend Remaja Korea

Operasi Plastik Menjadi Trend Remaja KoreaOperasi plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Bedah plastik, berasal dari bahasa Yunani, yaitu “plastikos” yang berarti “membentuk” atau “memberi bentuk”. Ilmu ini sendiri merupakan cabang dari ilmu bedah yang bertujuan untuk mengembalikan bentuk dan fungsi yang normal dan “menyempurnakan” bentuk dengan proporsi yang “lebih baik”.

Jenis  bedah  plastik  secara  umum  dibagi dua jenis :

  • Pembedahan Untuk Rekonstruksi.
  • Pembedahan  Untuk  Kosmetik  ( Estetik ).

Rekonstruksi dan Estetik adalah dari tujuan prosedur pembedahan itu sendiri. Pada operasi rekonstruksi diusahakan mengembalikan bentuk/penampilan serta fungsi menjadi lebih baik atau lebih manusiawi setidaknya mendekati kondisi normal. Pada operasi estetik, pembedahan dilakukan pada pasien-pasien normal (sehat), namun menurut norma bentuk tubuh kurang harmonik (misalnya, hidung pesek), maka diharapkan melalui operasi bedah plastik estetik didapatkan bentuk tubuh yang mendekati sempurna.

Sekarang ini bedah plastik bukan lagi hal yang tabu. Semakin banyak wanita di seluruh dunia yang melakukan perubahan pada wajah ataupun badan mereka melalui bedah plastik.

Tindakan bedah plastik sudah menjadi hal yang lumrah di negara Korea Selatan. Banyak remaja yang melakukannya hanya untuk mewujudkan fantasi mereka memiliki wajah seperti bintang idolanya.

Tidak hanya itu, bedah plastik juga dilakukan oleh mereka yang ingin masuk ke industri showbiz Korea. Bahkan, bedah plastik juga populer di kalangan orangtua. Mereka menghadiahkan anak mereka yang telah berhasil melewati ujian masuk perguruan tinggi dengan bedah plastik.

Yang mengejutkan, sekarang hal tersebut tidak hanya dilakukan pada gadis remaja yang memasuki perguruan tinggi. Gadis usia sekolah menengah atas bahkan junior mereka sudah menginginkan perubahan bentuk wajah menjadi cantik seperti bintang idola mereka.

Beberapa remaja yang memiliki keinginan untuk berkarir di dunia showbiz tidak ingin foto wajah mereka yang lama tampil di hadapan muka umum. Itulah sebabnya mereka memilih untuk bedah plastik di usia yang masih muda. Sementara, gadis lain mengatakan mereka menginginkan operasi itu sebagai imbalan dalam meningkatkan nilai prestasi sekolah.

Ahli bedah plastik memperkirakan siswa SMP sekarang banyak menjadi pasien mereka, sekira 20 sampai 30 persen dalam setahun terakhir ini. Tapi, melakukan operasi plastik terlalu dini dapat mengakibatkan komplikasi karena tubuh masih tumbuh sampai usia 18-20. Dokter melarang terhadap breast augmentation dan operasi untuk memperbaiki gigi di kalangan remaja.

Bedah yang melibatkan pemotongan tulang bisa berakhir merugikan pertumbuhan jaringan sekitarnya. Psikiater juga memperingatkan terhadap bedah kosmetik di kalangan remaja.

Ada juga masalah hukum yang harus dipertimbangkan karena izin orangtua diperlukan. Beberapa remaja berbohong tentang usia mereka agar dapat melakukan bedah plastik dan beberapa dokter melakukannya tanpa memverifikasi umur pasien.

“Ada hukuman bagi seorang dokter yang melakukan bedah plastik pada remaja tanpa persetujuan orangtuanya,” kata Kim Sun-wook, seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam gugatan medis.

“Tetapi orangtua mempunyai hak untuk membatalkan perjanjian operasi dan mereka juga bisa mendapatkan pengembalian dana jika mereka mendapat anak-anaknya melakukan bedah plastik tanpa sepengetahuan mereka mereka,” tutupnya, seperti dilansir Chosun.